SpaceX IPO 1,77 Triliun USD, Inflasi AS Kembali Meningkat: Akankah Pasar Meledak?

SpaceX IPO 1,77 Triliun USD, Inflasi AS Kembali Meningkat: Akankah Pasar Meledak?


Pekan ini, Wall Street tidak mendapat istirahat.

Setelah pekan penuh gejolak dengan Nasdaq kehilangan 4,2% hanya dalam satu sesi akhir pekan lalu, pasar kini harus menghadapi 5 peristiwa besar yang datang bertubi-tubi hanya dalam 5 hari.


Skenario ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya: IPO terbesar dalam sejarah, inflasi diprediksi berbalik naik tajam, ketegangan Timur Tengah meletus kembali, dan laporan pendapatan raksasa AI akan segera menguji ketahanan pasar.


SpaceX IPO: Valuasi Kontroversial, Investor Kecil Dapat Prioritas


Elon Musk membawa SpaceX ke Nasdaq pada hari Jumat dengan kode SPCX. Valuasi 1,77 triliun USD – 90 kali lipat pendapatan tahun lalu. Apakah harga ini masuk akal? PitchBook menilai nilai wajar hanya 1,5 triliun USD, sisanya berasal dari "hype antariksa dan AI" ditambah "premi merek Musk".


Yang istimewa: 30% saham dialokasikan untuk investor ritel – tiga kali lipat dari rata-rata IPO raksasa. Musk masih memegang 82% hak suara.

Timur Tengah Kembali Memanas: Harga Minyak Melonjak Akhir Pekan


Iran meluncurkan 10 rudal ke Israel utara, serangan langsung pertama sejak gencatan senjata April. Israel berjanji akan membalas dengan kuat. Brent melonjak 3,6% ke 96,47 USD segera setelah berita ini keluar.


Selat Hormuz sulit dibuka kembali dalam waktu dekat. Harga minyak akan tetap tinggi.


Inflasi AS: CPI Mei Diprediksi Naik ke 4,2%


Belum selesai mencerna data penggajian, pasar akan menyambut CPI hari Rabu. CPI utama diprediksi 4,2% (dari 3,8% di bulan April), CPI inti 2,9% (dari 2,8%). PPI diprediksi naik ke 6,8% – tertinggi sejak akhir 2022.


Pasar telah sepenuhnya memperhitungkan setidaknya satu kenaikan suku bunga 25 basis poin pada akhir tahun. CPI lebih tinggi dari perkiraan akan semakin memperkuat ekspektasi tersebut.


Oracle: Ujian Kepercayaan pada Kisah Investasi AI


Oracle akan merilis pendapatan setelah pasar tutup pada hari Rabu. Bukan hanya laba, pasar ingin melihat apakah belanja modal untuk AI benar-benar menghasilkan pesanan berkelanjutan dan meningkatkan margin laba.


BNP Paribas memperkirakan Oracle akan kembali menaikkan panduan belanja modal menjadi 50 miliar USD (dua kali lipat dari rencana awal 25 miliar USD). Saham Oracle telah kehilangan setengah nilainya sejak puncak September 2025, menghapus 460 miliar USD kapitalisasi pasar.


Tiga pertanyaan yang akan menentukan pekan ini:

  1. Apakah tekanan inflasi semakin meluas ke luar sektor energi?
  2. Apakah kisah investasi AI masih cukup menarik?
  3. Akankah IPO terbesar dalam sejarah menyedot likuiditas atau justru menciptakan euforia baru?


Jawabannya akan datang hari demi hari. Namun pertanyaan bagi para investor: Apakah Anda siap untuk pekan yang penuh gejolak ini?