Indeks Dolar AS Bertahan di Dekat 99,70 Saat Pertemuan The Fed Dimulai

Indeks Dolar AS Bertahan di Dekat 99,70 Saat Pertemuan The Fed Dimulai

Indeks Dolar AS Bertahan di Dekat 99,70 Saat Pertemuan The Fed Dimulai — Kesepakatan Iran Menambah Variabel Baru

US Dollar Index (DXY) bertahan stabil di sekitar 99,70 seiring dimulainya rapat kebijakan dua hari Federal Reserve (The Fed) — pertemuan pertama yang dipimpin oleh Ketua baru Kevin Warsh. Meskipun pasar hampir sepenuhnya memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan, arah panduan kebijakan ke depan serta perkembangan geopolitik yang mengejutkan membuat para trader tetap waspada.

The Fed Diperkirakan Menahan Suku Bunga — Namun Nada Pernyataan Warsh Menjadi Fokus Utama

Pasar hampir bulat memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Alasannya cukup jelas: inflasi AS kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama akibat kenaikan harga energi yang dipicu oleh gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.

Namun, karena ini merupakan pertemuan pertama yang dipimpin Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, pelaku pasar akan mencermati dengan saksama pernyataan kebijakan serta konferensi pers setelah rapat berakhir.

Berbeda dengan pendahulunya, Warsh selama ini dikenal memiliki pandangan hawkish dan beberapa kali menegaskan risiko pelonggaran kebijakan yang dilakukan terlalu dini. Oleh karena itu, bahkan perubahan nada yang sangat kecil pun dapat memicu pergerakan signifikan pada dolar AS.

Yang perlu diperhatikan:

Jika Warsh mengindikasikan bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama (higher for longer), DXY berpotensi menembus level psikologis 100,00. Sebaliknya, jika The Fed memberikan kejutan bernada lebih dovish—meskipun kemungkinannya kecil—penguatan dolar yang terjadi pada hari Senin dapat dengan cepat terkoreksi.

Kerangka Perdamaian Iran Menambah Kompleksitas Prospek Inflasi

Penandatanganan kerangka perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran pada hari Senin menambahkan faktor baru dalam prospek ekonomi global.

Kesepakatan tersebut secara luas dipandang sebagai langkah menuju pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia (EIA, 2024).

Secara teori, normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz seharusnya membantu menurunkan tekanan harga energi dan mendukung upaya The Fed dalam mengendalikan inflasi.

Namun, para analis mengingatkan bahwa aktivitas pengiriman kemungkinan tidak akan kembali normal dalam waktu dekat. Artinya, dampak positif terhadap inflasi dalam jangka pendek kemungkinan masih terbatas.

Ketidakpastian juga meningkat karena isi kerangka perdamaian tersebut—yang kabarnya hanya sepanjang "satu setengah halaman"—belum menjelaskan isu penting mengenai apakah Iran akan memperoleh hak untuk mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Teheran telah lama mengupayakan pengakuan atas hak tersebut. Jika akhirnya disetujui, pasar dapat menghadapi bentuk biaya baru yang berpotensi menggantikan risiko gangguan fisik dengan tekanan ekonomi terhadap perdagangan energi.

Gambaran Teknikal DXY

  • Level saat ini: sekitar 99,70
  • Resistance utama: 100,00–100,30
  • Support utama: 99,20 (level terendah pekan lalu)
  • Bias: Netral hingga bullish menjelang keputusan The Fed pada hari Rabu.

Kemampuan dolar AS mempertahankan kenaikan pada hari Senin meskipun belum ada katalis baru menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset safe haven masih cukup kuat, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Perhatian untuk Trader Forex Asia Tenggara

Bagi trader di kawasan Asia Tenggara, penguatan dolar AS memiliki dampak langsung terhadap mata uang regional.

Mata uang seperti SGD, MYR, THB, dan IDR telah mengalami tekanan depresiasi moderat dalam beberapa pekan terakhir akibat penguatan DXY dan meningkatnya biaya impor energi.

Apabila Ketua Warsh menyampaikan pernyataan yang lebih hawkish pada konferensi pers hari Rabu, tekanan terhadap mata uang kawasan berpotensi berlanjut.

Trader yang menggunakan VG Markets dapat memantau pergerakan DXY secara real-time serta mengakses instrumen CFD pada pasangan mata uang utama berbasis USD dengan spread yang kompetitif.

Pastikan untuk memperhatikan pengumuman kebijakan The Fed pada pukul 14:00 ET hari Rabu.

Poin Penting bagi Trader

  • The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di 3,50%–3,75%; perhatian utama tertuju pada panduan kebijakan dari Kevin Warsh.
  • Kesepakatan perdamaian AS-Iran berpotensi secara bertahap meredakan tekanan inflasi dari sektor energi, tetapi waktunya masih belum pasti.
  • Isu mengenai biaya pelayaran di Selat Hormuz masih belum terselesaikan; pergerakan harga minyak akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi dolar AS.
  • DXY bertahan di sekitar 99,70; penembusan di atas 100,00 dapat menjadi sinyal bullish yang penting.

Peringatan Risiko: Perdagangan CFD melibatkan risiko kerugian yang tinggi. Produk yang ditawarkan oleh VG Markets mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Pastikan Anda memahami seluruh risiko sebelum melakukan transaksi.

Referensi Data: EIA (2024), CME FedWatch Tool, dan data harga internal VG Markets.