Indeks harga konsumen (CPI) Korea Selatan naik 2,8% secara tahunan pada bulan Juli, melambat dari tingkat 3,2% pada bulan Juni dan berada di bawah perkiraan median 3,0% dalam jajak pendapat Reuters terhadap ekonom, dilaporkan oleh Statistics Korea hari Selasa, mencatat laju tahunan terlambar dalam tiga bulan terakhir.
Angka utama:
→ CPI bulanan turun 0,2%, pertama kalinya penurunan bulanan dalam delapan bulan.
→ Harga produk minyak turun 5,5% bulanan, menjadi faktor utama penekan angka utama.
→ CPI inti (tanpa makanan dan energi) naik 2,6% secara tahunan, meningkat dari 2,5% pada bulan Juni dan merupakan laju tercepat sejak Desember 2023.
→ Kenaikan harga bahan bakar pemerintah mengurangi inflasi utama sekitar 0,3 poin persentase.
Inflasi Utama Melandai Sementara Inflasi Inti Mempercepat: Meskipun inflasi utama melandai, inflasi inti tetap meningkat, yang menurut beberapa ekonom dapat mencerminkan tekanan permintaan yang mendasar ditambah kekuatan di sektor semikonduktor Korea Selatan. Bank of Korea menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga setengah tahun dan menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut masih mungkin, dengan rapat selanjutnya dijadwalkan pada 27 Agustus.
"Pasaran mengantisipasi probabilitas kenaikan suku bunga bulan Agustus yang lebih rendah, tetapi masih di atas 50%," kata Ahn Jae-kyun, analis dari Korea Investment Securities, yang mempertahankan kenaikan suku bunga Agustus sebagai skenario dasarnya, dengan alasan adanya tanda awal inflasi yang didorong permintaan.
Imbal hasil obligasi pemerintah tiga tahun yang sensitif terhadap kebijakan Korea Selatan turun 2,3 basis poin ke level terendah satu bulan yaitu 3,719%, mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap outlook kebijakan Bank of Korea.
Fokus pasar: Investor akan tetap memantau inflasi inti, perkembangan di sektor semikonduktor Korea Selatan, serta pergerakan mata uang won Korea menjelang pertemuan kebijakan Bank of Korea pada 27 Agustus. Faktor-faktor ini diperkirakan akan tetap menjadi bagian dari penilaian pasar terhadap outlook kebijakan bank sentral.
Sumber: Statistics Korea, jajak pendapat Reuters terhadap ekonom, Korea Investment Securities, Bank of Korea
