Investor AS menantikan risalah rapat Federal Reserve pada hari Rabu serta laporan keuangan awal dari Delta Air Lines dan PepsiCo untuk memperoleh petunjuk tambahan mengenai prospek suku bunga, di tengah meningkatnya volatilitas saham-saham teknologi berkapitalisasi besar yang menguji keberlanjutan reli pasar berbasis teknologi pada 2026.
Reaksi Pasar
S&P 500 naik 14,9% pada kuartal kedua, mencatat kinerja kuartalan terbaik sejak 2020 yang didorong terutama oleh saham teknologi dan semikonduktor. Namun, sektor tersebut mengalami pergerakan harga yang lebih bergejolak dalam beberapa sesi terakhir, termasuk penurunan tajam pada akhir pekan lalu. Saham sektor kesehatan, industri, dan keuangan menunjukkan kinerja lebih baik dalam sebulan terakhir, sehingga meningkatkan ekspektasi terhadap partisipasi pasar yang lebih luas. Hingga saat ini, S&P 500 naik lebih dari 9%, sementara Nasdaq Composite menguat 11%.
Pendorong Fundamental
Menurut data LSEG, ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS telah bergeser dari perkiraan pelonggaran kebijakan menuju kemungkinan pengetatan lebih lanjut, meskipun ekspektasi tersebut sedikit mereda setelah laporan ketenagakerjaan Juni yang lebih lemah dari perkiraan.
Investor akan mencermati risalah rapat Federal Reserve untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai penilaian para pembuat kebijakan terhadap inflasi, kondisi ekonomi, dan prospek kebijakan moneter. Analis juga akan memperhatikan pandangan pejabat The Fed mengenai risiko inflasi terkait energi serta kemungkinan perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan selanjutnya.
Selanjutnya
Selain risalah Fed, investor akan memantau data sektor jasa dan manufaktur yang akan datang untuk mencari sinyal tambahan mengenai inflasi. Laporan keuangan Delta Air Lines dan PepsiCo akan menjadi salah satu laporan korporasi besar pertama menjelang musim laporan keuangan kuartal kedua. Menurut LSEG IBES, laba perusahaan-perusahaan dalam S&P 500 diperkirakan tumbuh lebih dari 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
