Presiden Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat menargetkan kemampuan Iran yang terkait dengan Selat Hormuz ketika aksi militer antara Washington dan Teheran kembali berlangsung setelah gencatan senjata yang dicapai bulan lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan untuk malam kedua berturut-turut, dengan menyatakan operasi tersebut bertujuan "terus mengurangi kemampuan mereka untuk menyerang kapal sipil dan kapal dagang yang melintas bebas di Selat Hormuz."
Perkembangan utama:
- Menurut Bloomberg, Trump mengatakan bahwa ia sedang mengupayakan pemberlakuan kembali blokade laut terhadap kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz serta mengusulkan tarif 20% bagi kapal kargo lainnya.
- Menurut CNN, Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan drone dan rudal ke pangkalan militer AS setelah serangan tersebut.
- Media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di Pulau Kish di Selat Hormuz, menurut CBS News.
- Bahrain dan Kuwait mengaktifkan peringatan pertahanan udara selama eskalasi terbaru.
Pergerakan pasar minyak
Minyak Brent kontrak September diperdagangkan di atas US$83 per barel, sementara WTI kontrak Agustus berada di sekitar US$78 per barel pada Senin sore.
Secara terpisah, Trump mengatakan pemerintah sedang "menyelidiki" laporan bahwa drone Iran kemungkinan ditempatkan di Kuba, namun menegaskan belum ada bukti yang mengonfirmasi klaim tersebut.
Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Karena itu, pelaku pasar biasanya memantau perkembangan di kawasan tersebut karena berpotensi memengaruhi harga energi, jalur pelayaran, dan biaya asuransi. Jika diterapkan, usulan tersebut dapat meningkatkan biaya logistik perdagangan di kawasan Teluk, meskipun belum ada jadwal pelaksanaan yang diumumkan.
Sumber: CBS News; Bloomberg; CNN.
