Harga emas spot turun menjadi US$4.072,06 per ons dan emas berjangka turun menjadi US$4.080,22 per ons pada hari Senin, memperpanjang penurunan 1,3% pada pekan lalu. Serangan terbaru antara AS dan Iran selama akhir pekan mendorong harga minyak naik sekitar 3% dan kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap prospek inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi serta penguatan dolar AS—yang kerap menyertai tekanan inflasi akibat harga energi—terus memberikan tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Menjelang rilis CPI AS pada hari Selasa:
- Konsensus pasar memperkirakan CPI utama naik 0,1% dibanding bulan sebelumnya, lebih rendah dari kenaikan 0,5% pada Mei.
- Pertemuan FOMC bulan Juni berakhir dengan hasil pemungutan suara 9–8 mengenai kemungkinan perlunya pengetatan kebijakan tambahan sebelum akhir tahun, sementara The Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%–3,75%.
- CME FedWatch menunjukkan harga pasar saat ini mencerminkan probabilitas sekitar 80% untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun, dengan pertemuan September tetap menjadi salah satu fokus utama pelaku pasar.
Agenda kebijakan mendatang: Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian semesteran pertamanya di hadapan House Financial Services Committee pada hari Selasa dan Senate Banking Committee pada hari Rabu. Pelaku pasar secara umum tidak mengharapkan panduan kebijakan yang eksplisit, sejalan dengan pandangan Warsh sebelumnya mengenai pendekatan kebijakan yang ditentukan pada setiap pertemuan.
Konteks pasar: Para analis terus memantau pergerakan harga emas bersamaan dengan data ekonomi yang akan dirilis, terutama data inflasi, karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter serta sentimen pasar secara lebih luas.
Bagi pelaku pasar di Asia Tenggara, data CPI AS bulan Juni dijadwalkan dirilis pukul 08.30 ET (sekitar pukul 20.30 waktu Singapura), sementara kesaksian Kevin Warsh diperkirakan berlangsung kemudian pada sesi perdagangan yang sama.
Sumber: Reuters, IG, CME FedWatch, Federal Reserve
