Dolar Menguat saat Eskalasi Hormuz Meningkatkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga — Prospek BOJ Juga Menjadi Sorotan untuk Pasangan JPY

Dolar Menguat saat Eskalasi Hormuz Meningkatkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga — Prospek BOJ Juga Menjadi Sorotan untuk Pasangan JPY

Indeks dolar bertahan di sekitar 101,07 — level tertinggi sejak 8 Juli — setelah serangan terbaru Iran terhadap negara-negara Teluk serta sengketa mengenai penutupan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi. USD/JPY naik 0,1% ke 161,92, EUR/USD turun ke US$1,1403, GBP/USD melemah ke US$1,3383, sementara mata uang komoditas AUD/USD (US$0,6942) dan NZD/USD (US$0,5757) masing-masing turun sekitar 0,1%.

Ekspektasi terhadap The Fed berubah, tetapi tidak melonjak. CME FedWatch kini menunjukkan probabilitas sebesar 52,1% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dua kali atau lebih hingga Desember, naik dari 47,6% pada Jumat. Ini mencerminkan penyesuaian ekspektasi yang berarti namun tidak drastis, menunjukkan bahwa pasar melihat peluang pengetatan kebijakan meningkat, bukan sebagai kepastian.

Perkembangan penting dari BOJ untuk pasangan JPY: Menurut Reuters, Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan proyeksi pertumbuhan fiskal 2026 pada pertemuan 31 Juli, sambil memangkas proyeksi inflasi jangka pendek seiring turunnya harga minyak. Namun, bank sentral tetap berfokus pada risiko kenaikan inflasi akibat pelemahan yen yang berkepanjangan. Harga grosir Jepang naik 7,1% secara tahunan pada Juni karena perusahaan meneruskan kenaikan biaya impor kepada pelanggan. BOJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya di level 1% bulan ini, sementara sebagian besar ekonom masih memperkirakan kenaikan menjadi 1,25% pada akhir tahun.

Sikap BOJ yang cenderung hawkish bersamaan dengan penguatan dolar dapat menciptakan pengaruh yang saling berlawanan terhadap pasangan JPY. AUD/JPY dan NZD/JPY, yang populer dalam posisi carry trade di kawasan, dapat mengalami volatilitas yang lebih tinggi apabila laporan pada 31 Juli memberikan sinyal jadwal kenaikan suku bunga yang lebih jelas.

Data CPI AS yang akan dirilis pada hari Selasa serta kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh tetap menjadi katalis yang lebih langsung bagi pergerakan dolar secara keseluruhan.

Sumber: Reuters, CME FedWatch