Pergerakan aset-aset utama menunjukkan arah yang berbeda pada awal perdagangan 13 Juli.
Emas terkoreksi tajam setelah gagal bertahan di atas level US$4.180, sementara minyak mentah melanjutkan reli berkat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di sisi lain, Nasdaq hanya mengalami koreksi terbatas dan tetap bergerak di dekat rekor tertinggi sepanjang masa.
Emas: Koreksi Tajam, Uji Area Support Jangka Pendek
Harga emas berada di bawah tekanan jual yang lebih kuat pada sesi perdagangan Asia hari Selasa, turun hampir 1,2% dalam sehari dan menembus sejumlah level psikologis penting. Harga terkoreksi dari kisaran US$4.180 ke area US$4.070–4.080, sehingga menghapus seluruh kenaikan yang sempat tercatat pada pekan lalu.

Secara teknikal, kegagalan menembus area resistance memicu aksi ambil untung dan memperkuat sinyal bearish. Indikator RSI jangka pendek kembali mendekati area oversold, sementara rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) mulai bergerak mendatar dan berfungsi sebagai resistance dinamis.
Area support terdekat berada pada kisaran US$4.050–4.070. Jika level tersebut ditembus, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area US$4.000. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran US$4.110–4.120.
Minyak Mentah: Momentum Penguatan Tetap Solid
Minyak mentah masih menjadi aset dengan kinerja terbaik di antara pasar utama, melanjutkan reli setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya. Didukung meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, harga minyak telah mencatat kenaikan lebih dari 5,3% dalam sepekan dan tetap bertahan di level tinggi meskipun sempat mengalami koreksi ringan dalam perdagangan harian.

Struktur harga masih menunjukkan tren bullish dengan pola higher high dan higher low yang konsisten. Indikator MACD serta rata-rata pergerakan masih mengarah ke atas, menandakan tren naik tetap utuh. Koreksi yang terjadi sejauh ini lebih merupakan aksi ambil untung jangka pendek.
Selama area support di sekitar US$75 per barel tetap terjaga, pembeli diperkirakan masih mendominasi pasar dan peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka.
Nasdaq: Koreksi Ringan di Tengah Tren Naik Jangka Panjang
Nasdaq masih diperdagangkan di dekat rekor tertinggi sepanjang masa setelah mencatat kenaikan tipis sebesar 0,21% pada sesi sebelumnya. Pergerakan terbaru lebih mencerminkan fase konsolidasi teknikal dibandingkan perubahan arah tren, dengan kinerja emiten teknologi berkapitalisasi besar yang tetap menopang valuasi pasar.
Indeks masih berada di atas rata-rata pergerakan utama, sementara indikator momentum telah mereda dari kondisi overbought sehingga membuka ruang bagi konsolidasi yang lebih sehat.
Resistance terdekat berada di area rekor tertinggi baru, sedangkan support utama masih cukup kuat untuk membatasi risiko koreksi yang lebih dalam. Secara keseluruhan, prospek pasar tetap mendukung strategi buy on dip atau membeli saat terjadi pelemahan harga.
