Gelombang Panas Juni di Eropa Menyebabkan 10.650 Kematian Berlebih dan Berdampak pada Pasar Listrik

Gelombang Panas Juni di Eropa Menyebabkan 10.650 Kematian Berlebih dan Berdampak pada Pasar Listrik

Negara-negara Eropa mencatat lebih dari 10.000 kematian berlebih selama periode 22–28 Juni ketika gelombang panas memecahkan rekor melanda Prancis, Spanyol, Inggris, dan negara-negara sekitarnya, menurut data EuroMOMO, jaringan pemantauan kematian yang didukung oleh ECDC dan WHO. Lebih dari 9.000 korban berusia 65 tahun ke atas. Belgia dan Prancis mencatat tingkat kematian berlebih yang sangat tinggi, dengan Belgia membukukan tingkat tertinggi sejak pencatatan nasional dimulai pada tahun 2000.

Para ilmuwan dari Imperial College London, UK Met Office, dan London School of Hygiene & Tropical Medicine secara terpisah memperkirakan sekitar 2.700 kematian terkait panas di Inggris dan Wales selama Mei dan Juni. Sekitar 42% di antaranya dikaitkan dengan tambahan suhu panas yang berhubungan dengan perubahan iklim.

Dampak terhadap pasar energi: Gelombang panas juga memengaruhi pasar energi Eropa. Biaya listrik di Jerman dan Prancis diperkirakan meningkat sekitar €700 juta secara gabungan selama pekan puncak karena meningkatnya permintaan pendinginan yang memberi tekanan tambahan pada sistem kelistrikan. Belgia mencatat harga listrik 15-menit tertinggi sepanjang sejarah, melampaui €1.038/MWh. EDF Prancis sementara menghentikan beberapa unit reaktor di pembangkit nuklir Golfech, Nogent-sur-Seine, dan Bugey setelah suhu air sungai yang digunakan untuk pendinginan menjadi terlalu tinggi, tantangan yang juga pernah terjadi pada periode gelombang panas sebelumnya.

Konteks yang lebih luas: Peristiwa ini menunjukkan bagaimana periode cuaca panas ekstrem dapat memengaruhi permintaan listrik dan kapasitas pembangkitan di berbagai pasar. Permintaan pendinginan yang lebih tinggi, menurunnya efisiensi pembangkit termal dan nuklir, serta produksi listrik tenaga angin yang lebih rendah selama sistem tekanan tinggi yang berkepanjangan juga telah memengaruhi jaringan listrik di wilayah seperti Texas dan California dalam beberapa tahun terakhir. Para pembuat kebijakan Uni Eropa mengutip tantangan tersebut saat mendorong modernisasi jaringan listrik dan perluasan kapasitas penyimpanan energi berbasis baterai.

Sumber: Reuters, EuroMOMO/ECDC, Euronews, Imperial College London