Kontrak Berjangka Jagung Capai Level Tertinggi Satu Bulan di Tengah Kekhawatiran Cuaca dan Kenaikan Harga Minyak

Kontrak Berjangka Jagung Capai Level Tertinggi Satu Bulan di Tengah Kekhawatiran Cuaca dan Kenaikan Harga Minyak

Kontrak berjangka jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup lebih tinggi pada Senin, dengan kontrak Desember mencapai level tertinggi sejak 2 Juni, di tengah perhatian pasar terhadap cuaca kering di sebagian Corn Belt AS dan kenaikan harga minyak.

Harga penutupan

  1. Jagung September: US$4,41 per bushel (+1,5 sen)
  2. Jagung Desember: US$4,6325 per bushel (+2,25 sen), setelah sempat menyentuh US$4,6950 secara intraday.

Cuaca menjadi perhatian

Prakiraan menunjukkan kondisi panas dan kering di sebagian wilayah barat Corn Belt minggu ini. Para ahli agronomi menilai masa penyerbukan merupakan salah satu tahap paling sensitif terhadap hasil panen jagung, sehingga cuaca panas atau kekeringan yang berkepanjangan dapat mengurangi potensi hasil panen.

Harga minyak mendukung sentimen

Harga minyak naik tajam setelah Donald Trump mengatakan bahwa ia sedang mengupayakan pemberlakuan kembali blokade laut terhadap kapal Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Harga jagung dan kedelai dapat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak karena keduanya merupakan bahan baku penting untuk produksi biofuel. Namun, harga juga dipengaruhi oleh faktor cuaca, permintaan ekspor, dan kondisi pasar pertanian secara keseluruhan.

Investor diperkirakan akan terus memantau kondisi cuaca di Amerika Serikat, perkembangan tanaman, serta harga energi untuk menilai potensi dampaknya terhadap pasokan jagung dan permintaan biofuel.

Sumber: Reuters; CBOT.