Kontrak berjangka jagung di Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup lebih rendah pada hari Senin, dengan kontrak Desember yang paling aktif turun 13,5 sen menjadi US$4,47 per bushel, setelah penurunan tajam harga minyak mentah mendorong pelaku pasar merealisasikan keuntungan.
Hubungan Antara Harga Minyak dan Jagung
Penurunan harga jagung bergerak sejalan dengan pasar energi dibandingkan dipicu oleh faktor pertanian secara khusus. Minyak Brent ditutup turun 3,9% setelah menyentuh level terendah dalam satu minggu, menyusul keputusan Amerika Serikat menghentikan sementara serangan udara terhadap Iran pada akhir pekan. Perkembangan tersebut meningkatkan harapan terhadap solusi diplomatik sekaligus meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Sekitar 40% produksi jagung Amerika Serikat digunakan untuk produksi etanol domestik. Ketika harga minyak turun, insentif ekonomi bagi produksi biofuel berbahan baku jagung juga dapat berkurang, sehingga memberikan tekanan pada harga jagung.
Pelemahan Terjadi di Seluruh Kompleks Biji-Bijian
Penurunan tidak hanya terjadi pada jagung. Kedelai dan gandum juga melemah pada sesi yang sama, menunjukkan bahwa pergerakan harga lebih mencerminkan penyesuaian di seluruh pasar biji-bijian seiring turunnya harga energi, dibandingkan perubahan khusus pada sisi pasokan maupun permintaan jagung.
Prakiraan Cuaca Meredakan Kekhawatiran Terhadap Tanaman
Commodity Weather Group menyatakan bahwa suhu diperkirakan akan lebih moderat setelah periode cuaca panas pada akhir pekan, sehingga mengurangi kekhawatiran jangka pendek mengenai tekanan terhadap tanaman yang sebelumnya membantu menopang harga.
Fokus Pasar
Penguatan harga jagung baru-baru ini sebagian terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak yang mendukung ekspektasi permintaan etanol. Pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau perkembangan konflik Iran serta pergerakan harga minyak karena keduanya dapat terus memengaruhi pergerakan harga jagung. Selain itu, laporan kondisi tanaman dari USDA juga diperkirakan tetap menjadi salah satu acuan penting dalam menilai kondisi pasar jagung.
