Lalu Lintas Kapal Tanker Besar di Selat Hormuz Tetap Terbatas di Tengah Ketegangan Kawasan

Lalu Lintas Kapal Tanker Besar di Selat Hormuz Tetap Terbatas di Tengah Ketegangan Kawasan

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap terbatas pada Rabu, dengan sembilan kapal tercatat melintasi jalur pelayaran tersebut, turun dari 13 kapal sehari sebelumnya, menurut perusahaan analitik pelayaran Kpler.

Data Kpler menunjukkan tidak ada kapal tanker minyak berukuran Very Large Crude Carrier (VLCC) maupun kapal LNG yang melintasi selat selama periode pelaporan, yang mengindikasikan berkurangnya aktivitas kapal pengangkut energi berukuran besar.

Sebelum meningkatnya ketegangan baru-baru ini, Selat Hormuz menangani sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia melalui jalur laut. Pelaku pasar terus memantau pergerakan kapal sebagai indikator potensi gangguan rantai pasokan energi.

Menurut U.S. Central Command, militer AS baru-baru ini melakukan operasi keamanan maritim di kawasan tersebut, termasuk tindakan terhadap kapal komersial yang mendekati perairan Iran. Reuters juga melaporkan bahwa beberapa kapal lainnya dialihkan dari pelabuhan Iran.

Data Kpler juga menunjukkan bahwa:

  1. Lima kapal memasuki Teluk pada Rabu, termasuk tiga kapal tanker kecil dan dua kapal curah.
  2. Empat kapal meninggalkan kawasan dengan muatan LPG, batu bara, bahan bakar minyak, dan pupuk.
  3. Sebuah kapal tanker Suezmax yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi dilaporkan sempat tidak menyiarkan sinyal pelacak selama sebagian pelayaran, praktik yang kadang dilaporkan terjadi pada periode risiko keamanan maritim yang meningkat.

Penurunan aktivitas kapal tanker besar terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di sekitar Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran dan arus pasokan energi dapat berubah seiring perkembangan situasi.

Sumber: Reuters, mengutip data Kpler dan pernyataan U.S. Central Command. Artikel ini hanya untuk tujuan informasi.