Harga minyak Brent naik ke sekitar US$91,49 per barel setelah perundingan AS-Iran terhenti dan Teheran beralih ke sikap yang lebih ofensif, sehingga mengancam arus pasokan energi. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz masih sangat terbatas, menjaga risiko pasokan tetap tinggi. Bagi trader, memburuknya negosiasi atau gangguan lebih lanjut terhadap lalu lintas di Hormuz dapat memperpanjang kenaikan harga minyak mentah, sementara kembali berlanjutnya diplomasi dapat memicu penurunan premi risiko.
Minyak Bertahan di Atas US$90 saat Perundingan AS-Iran Terhenti dan Risiko Hormuz Meningkat
