Harga minyak turun pada hari Jumat seiring aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz menunjukkan tanda perbaikan, meskipun minyak mentah tetap berada di jalur kenaikan bulanan yang kuat didukung oleh risiko geopolitik yang terus berlangsung.
Minyak mentah Brent turun 1,6% menjadi $87,62 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2,0% menjadi $81,85. Meskipun mengalami penurunan pada hari Jumat, kedua patokan tersebut tetap jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Juli.
Data pelacakan kapal menunjukkan peningkatan kecil dalam pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz. ING menyatakan data tersebut mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan aktivitas pengiriman yang sebenarnya karena beberapa kapal dapat mematikan sistem pelacakan.
Di sisi lain, para investor terus memantau perkembangan geopolitik setelah serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah. Data dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) juga menunjukkan stok minyak mentah komersial turun sebesar 7,2 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 24 Juli, mencapai level terendah sejak 2018.
Peserta pasar akan terus memantau perkembangan di Timur Tengah, kondisi pengiriman, dan data stok untuk sinyal pasokan lebih lanjut.
Sumber: Reuters, ING, Badan Informasi Energi Amerika Serikat.
