Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk Kuartal II tahun 2026 tumbuh 5,29% Tahun-ke-Tahun lebih rendah dari sebelumnya 5,61% namun lebih baik dari prakiraan 5,1%.
Sementara untuk basis Kuartal-ke-Kuartal, PDB Indonesia pada periode yang sama tumbuh 3,73% yang lebih baik sebelumnya -0,77% dan prakiraan 3,5%.
Nilai PDB mencapai Rp6.552,1 triliun berdasarkan harga berlaku dan Rp3.576,2 triliun berdasarkan harga konstan 2010.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tahunan tertinggi berasal dari pengadaan listrik dan gas sebesar 10,81%. Berdasarkan pengeluaran, konsumsi pemerintah melonjak 15,97%, menjadi komponen dengan pertumbuhan paling kuat.
Secara kuartalan, pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh paling tinggi sebesar 12,26%, sedangkan konsumsi pemerintah naik 15,08%. Sepanjang semester I 2026, ekonomi tumbuh 5,45%, ditopang peningkatan akomodasi dan makan minum sebesar 11,83% serta konsumsi pemerintah sebesar 18,62%.
Reaksi Pasar
Rupiah berada di 17.912 terhadap Dolar AS, tidak menunjukkan banyak pergerakan pasca data. Namun pada basis harian, mata uang ini menguat 0,18%
Indikator Ekonomi
Produk Domestik Bruto (Thn/thn)
Produk Domestik Bruto yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Indonesia adalah ukuran dari total nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh Indonesia. PDB dianggap sebagai ukuran luas kegiatan dan kesehatan ekonomi. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara tren negatif dipandang sebagai negatif (atau bearish).
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Rab Agu 05, 2026 04.00
Frekuensi: Kuartalan
Aktual: 5.29%
Konsensus: 5.1%
Sebelumnya: 5.61%
Sumber: Statistics Indonesia
