Gubernur Federal Reserve (The Fed), Christopher Waller, mengatakan pada hari Senin bahwa forward guidance dapat memperkuat dampak kebijakan moneter jika digunakan dengan benar, tetapi memperingatkan bahwa itu juga dapat menjadi masalah jika membatasi fleksibilitas para pengambil kebijakan. Berbicara dalam pernyataan yang telah disiapkan untuk konferensi Bank of Italy di Roma, Waller mengatakan forward guidance "dapat menjadi instrumen yang berharga" dan terkadang telah membantu memperbaiki pembuatan kebijakan.
Poin-Poin Penting:
Forward guidance dapat menjadi instrumen yang berharga untuk kebijakan moneter dan mungkin akan terus berguna.
Ketika efektif, forward guidance dapat mempercepat dampak kebijakan moneter, seperti yang terlihat pada akhir 2021.
Guidance dapat menjadi masalah jika terlalu kuat, terlalu kaku, atau membatasi fleksibilitas di bawah kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Para pengambil kebijakan The Fed tetap berkomitmen pada target inflasi 2%.
Waller mengatakan risiko inflasi telah meningkat sementara pasar tenaga kerja tampak stabil.
The Fed harus menjelaskan dengan jelas fungsi reaksinya jika pasar tidak memahaminya.
The Fed tidak akan mempertahankan suku bunga rendah untuk membantu membiayai defisit pemerintah AS.
Waller lebih memilih rentang target inflasi, tetapi mengatakan mengubah target sekarang tidak akan kredibel.
Waller tidak memberikan komentar tentang kondisi ekonomi saat ini atau prospek kebijakan The Fed."
