Perak (XAG/USD) stabil di sekitar $66 per troy ounce pada sesi Eropa hari Senin, mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. Pemulihan ini didorong oleh terobosan dalam pembicaraan diplomatik AS–Iran, namun tekanan yang meningkat menunjukkan bahwa rebound ini mungkin tidak bertahan lama.
Roadmap damai ditandatangani, premi risiko minyak turun
Qatar dan Pakistan mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyetujui roadmap 60 hari menuju kesepakatan damai akhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebutkan tiga konsesi utama: keringanan ekspor minyak dan petrokimia, pelepasan sebagian aset beku, dan program rekonstruksi domestik.
Hal ini menekan harga minyak dan mengurangi premi risiko geopolitik, sehingga menurunkan permintaan perak sebagai lindung nilai inflasi.
Peringatan Trump menambah ketidakpastian
Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa AS dapat melakukan serangan langsung ke Iran jika serangan proxy terhadap Israel berlanjut. Hal ini merusak kepercayaan terhadap proses diplomatik.
Sikap hawkish The Fed menjadi risiko utama
Tekanan terbesar berasal dari kebijakan The Fed. Meskipun suku bunga ditahan, nada kebijakan berubah hawkish — 9 dari 19 anggota memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada 2026.
Perak sensitif terhadap suku bunga riil: kenaikan yield meningkatkan opportunity cost dan menekan harga.
Level teknikal penting
- Support utama: $66.00
- Jika tembus: target $65.00
Kesimpulan untuk trader Asia Tenggara
Perak berada pada titik kritis antara dukungan geopolitik dan tekanan The Fed.
Perhatikan:
- Perkembangan negosiasi AS–Iran
- Data CPI AS dan ekspektasi Fed
Strategi yang lebih disiplin adalah mengurangi ukuran posisi atau melakukan hedging daripada mengejar rebound saat ini.
