Pound Sterling menghadapi tekanan dari kedua sisi Atlantik pada hari Rabu. Menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve, GBP/USD bergerak di sekitar level 1,3400 sebelum anjlok hampir 140 pip, menembus level 1,3350 dan 1,3300 hingga menyentuh titik terendah sesi di sekitar 1,3250 sebelum akhirnya stabil sedikit di bawah level tersebut.
Sesi Pagi Inggris: Inflasi Lebih Lemah, Namun Bukan Kejatuhan
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris memberikan nada yang lebih lemah pada awal perdagangan.
CPI bulan Mei naik hanya 0,2% dibanding bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 0,4%, sementara inflasi inti tahunan turun menjadi 2,6% dari ekspektasi 2,7%.
Di sisi lain, inflasi utama tahunan tetap bertahan di 2,8%. Meski bukan penurunan yang tajam, hasil yang lebih rendah dari perkiraan sudah cukup untuk meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE), sehingga Pound menjadi lebih rentan menjelang sesi perdagangan Amerika Serikat.
The Fed Menjadi Pemicu Utama
Faktor terbesar datang dari keputusan Federal Reserve pada malam harinya.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara bulat mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% dengan hasil pemungutan suara 12-0. Ini merupakan perubahan besar dibanding pertemuan April yang memperlihatkan perpecahan 8-4, menandakan para pembuat kebijakan kini bersatu dalam sikap yang lebih hawkish di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
The Fed juga menghapus seluruh sinyal yang sebelumnya mengarah pada pelonggaran kebijakan.
Proyeksi Ekonomi Mengejutkan Pasar
Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) menjadi kejutan terbesar.
Proyeksi median suku bunga Fed Funds untuk tahun 2026 naik menjadi sekitar 3,8% dari sebelumnya 3,4%, sehingga ekspektasi kebijakan berubah dari kemungkinan pemangkasan menjadi kenaikan suku bunga.
Pendorong utama perubahan tersebut adalah proyeksi inflasi inti PCE tahun 2026 yang melonjak menjadi 3,6% dari 2,7%, atau naik hampir satu poin persentase. Hal ini menjelaskan mengapa para pejabat Fed meninggalkan kecenderungan menuju pelonggaran kebijakan.
Warsh Ingin Mengubah Cara The Fed Berkomunikasi
Dalam konferensi pers pertamanya, Kevin Warsh mengisyaratkan perubahan besar dalam strategi komunikasi The Fed.
Ia mengusulkan agar konferensi pers hanya dilakukan ketika The Fed "benar-benar memiliki sesuatu untuk disampaikan." Ia juga mengatakan bahwa perubahan terhadap SEP dan sistem pelaporan The Fed diperkirakan akan diumumkan sebelum akhir tahun.
Warsh tampaknya juga tidak mempublikasikan proyeksi dot plot pribadinya, yang menunjukkan keinginannya untuk mengurangi ketergantungan pasar terhadap panduan kebijakan tradisional.
Pidato tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan memperkuat Dolar AS secara luas.
Ekspektasi Suku Bunga Berubah Menjadi Lebih Hawkish
Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga pertama oleh The Fed akan terjadi pada bulan September, dengan kenaikan sebesar 25 basis poin sebagai skenario yang paling mungkin.
Kurva suku bunga juga mengarah pada kemungkinan kenaikan kedua pada Januari tahun depan.
Karena beberapa pertemuan Fed berikutnya diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, fokus investor kini beralih dari pertanyaan "apakah Fed akan menaikkan suku bunga?" menjadi "seberapa cepat kenaikan tersebut akan dilakukan?" — faktor yang terus mendukung penguatan Dolar AS terhadap Pound.
Keputusan Bank of England Menjadi Fokus Berikutnya
Keputusan kebijakan BoE pada hari Kamis akan menjadi katalis utama berikutnya.
Suku bunga acuan diperkirakan tetap di level 3,75%, sehingga perhatian pasar akan tertuju pada hasil pemungutan suara para anggota komite.
Konsensus memperkirakan dua anggota akan mendukung kenaikan suku bunga, meningkat dari hanya satu anggota pada pertemuan sebelumnya. Namun, data inflasi yang lebih lemah dapat mempersulit terbentuknya sikap yang lebih hawkish.
Selain itu, data ketenagakerjaan Inggris akan dirilis sebelum keputusan BoE, sementara data penjualan ritel pada hari Jumat akan menutup pekan yang penuh risiko bagi Pound.
Level Teknikal Penting
Resistensi: Level 1,3300 kini menjadi hambatan pertama bagi setiap kenaikan, diikuti oleh level 1,3350.
Support: Area terendah sesi di sekitar 1,3250 menjadi support awal. Jika ditembus, GBP/USD berpotensi bergerak menuju 1,3200.
Bias jangka pendek masih bearish. Hasil pemungutan suara BoE akan menjadi faktor penentu arah berikutnya. Jika BoE menunjukkan sikap yang lebih hawkish dari perkiraan, Pound dapat mengalami rebound sementara. Namun, kombinasi inflasi Inggris yang melemah dan The Fed yang semakin hawkish membuat prospek penurunan tetap lebih dominan selama GBP/USD masih berada di bawah 1,3300.
Mengapa Hal Ini Penting bagi Trader Asia Tenggara
Penguatan Dolar AS akibat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter biasanya juga memberikan tekanan terhadap mata uang negara-negara ASEAN.
Karena itu, pergerakan GBP/USD dapat menjadi indikator penting untuk membaca kekuatan Dolar AS secara keseluruhan menjelang dimulainya sesi perdagangan valuta asing di kawasan Asia.
Sumber: Federal Reserve, CME FedWatch Tool, UK Office for National Statistics.
Peringatan Risiko: Perdagangan CFD dan valuta asing memiliki tingkat risiko yang tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh modal yang diinvestasikan. Konten ini hanya bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi.
