- Harga XAG/USD naik selama 3 hari, menguji level US$70,00.
- RSI tetap bullish, tetapi risiko jenuh beli mungkin segera muncul.
- Penembusan di atas US$72,05 mengekspos US$75,00 sebagai target berikutnya.
Harga Perak (XAG/USD) reli selama 3 hari berturut-turut pada hari Jumat, naik lebih dari 2% dan, sepanjang pekan, menguat lebih dari 7,40%, karena Dolar AS (USD) yang kuat bukan alasan bagi pembeli logam mulia, yang memilih aset berkualitas ketimbang permintaan safe haven akibat sikap fiskal AS yang sulit. Pasangan aset XAG/USD diperdagangkan di $69,50 setelah mencapai level tertinggi $70,02.
Prakiraan Harga XAG/USD: Prospek Teknis
Dari sudut pandang teknis, tren naik Perak tetap terjaga, dengan para pedagang mengincar penembusan di atas US$70,00. Setelah tercapai, mereka akan mengarahkan perhatian ke Simple Moving Average (SMA) 200-hari di US$72,05. Penembusannya akan mengekspos level psikologis penting US$75,00, yang menjadi area minat berikutnya.
Momentum tetap positif, tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang bertahan di atas 50 dan mendekati level-level jenuh beli.
Di sisi bawah, support pertama XAG/USD adalah SMA 100-hari di US$68,47. Di bawahnya terdapat level terendah 20 Agustus di US$65,64, sebelum menguji swing low 19 Agustus di US$62,19, diikuti oleh SMA 50-hari di US$61,35.
Grafik Harga XAG/USD – Harian

Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.
