Rupee India Diperdagangkan Datar, Data Lowongan Kerja JOLTS AS Menjadi Titik Fokus

Rupee India Diperdagangkan Datar, Data Lowongan Kerja JOLTS AS Menjadi Titik Fokus
  • Rupee India diperdagangkan dengan tenang terhadap Dolar AS, sementara harga minyak telah pulih akibat ketidakpastian kesepakatan AS-Iran.
  • Perundingan AS-Iran tampaknya terhenti akibat saling serang antara Israel dan Lebanon.
  • Para investor menantikan data Lowongan Pekerjaan JOLTS AS dan kebijakan RBI.

Rupee India (INR) diperdagangkan hampir datar terhadap Dolar AS (USD) selama perdagangan sore di India pada hari Selasa.

Pasangan mata uang USD/INR datar di sekitar 95,00, sementara prospek Rupee India menjadi tidak pasti karena harga minyak mentah memantul kembali akibat kekhawatiran baru terkait kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Iran.

Pada saat berita ini ditulis, harga Minyak WTI diperdagangkan turun 1,25% mendekati $90, tetapi pulih kuat lebih dari 4,5% pada hari Senin. Secara teoritis, mata uang ekonomi-ekonomi seperti India, yang sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi mereka, cenderung berkinerja buruk saat harga minyak pulih.

Perundingan AS-Iran Menuju Kesepakatan Telah Terhenti

Agensi berita Tasnim Iran melaporkan pada hari Senin bahwa anggota tim negosiasi Teheran telah menghentikan aksi saling kirim pesan dengan AS melalui mediator sebagai protes terhadap serangan di Lebanon.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa blokade angkatan laut AS dan kejahatan perang di Lebanon adalah bukti jelas ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata. Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, memperingatkan AS dan Iran akan konsekuensi serius jika terjadi tindakan militer di semua front, termasuk Lebanon.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, telah menenangkan pasar dengan menyatakan keyakinannya, dalam wawancara dengan ABC News, bahwa kesepakatan dengan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dalam seminggu ke depan, serta menambahkan bahwa ia telah dengan cepat menyelesaikan "gangguan" diplomatik yang mengancam kemajuan.

Setelah ancaman konsekuensi terhadap AS dan Iran, Presiden Donald Trump menyatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa saling serang antara Israel dan Lebanon telah dihentikan.

Menantikan Kebijakan RBI

Minggu ini, pengumuman kebijakan moneter Reserve Bank of India pada hari Jumat akan menjadi pemicu utama bagi mata uang India. RBI hampir pasti akan mempertahankan Suku Bunga Repo di 5,25% dan memberikan panduan sikap hawkish pada prospek kebijakan moneter, karena harga energi yang tinggi telah memicu tekanan inflasi. Para investor juga akan fokus pada komentar dari Gubernur RBI, Sanjay Malhotra, mengenai prospek ekonomi menyusul krisis Timur Tengah.

FII Tetap Menjadi Penjual Bersih pada Hari Pertama Juni

Investor Institusional Asing (Foreign Institutional Investors/FII) tetap menjadi penjual bersih pada hari pertama Juni, melepas saham senilai Rs. 3.911,68 crore di pasar saham India. Investor luar negeri telah memangkas kepemilikan mereka untuk waktu yang lama. Sementara itu, guncangan pasokan energi yang dipicu oleh ketegangan Timur Tengah telah menimbulkan kekhawatiran terhadap proyeksi pendapatan perusahaan-perusahaan India.

Menantikan Data Lowongan Kerja JOLTS AS

Pada perdagangan sesi hari Selasa, para investor akan fokus pada data Lowongan Pekerjaan JOLTS AS untuk bulan April, yang akan dipublikasikan pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB). Data Lowongan Pekerjaan JOLTS akan memberikan petunjuk mengenai permintaan tenaga kerja, informasi yang memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Data tersebut diprakirakan akan menunjukkan bahwa para pemberi kerja AS memposting 6,82 juta lowongan pekerjaan baru, mendekati angka Maret 6,866 Juta.

Analisis Teknis: USD/INR Terus Menghadapi Tekanan Jual di Atas EMA 20-Hari

USD/INR diperdagangkan hampir datar di sekitar 95,00, mempertahankan sentimen bearish ringan jangka pendek karena berada tepat di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-hari di 95,38. Pasangan mata uang ini telah turun dari level tertinggi baru-baru ini, dan ketidakmampuan untuk merebut kembali EMA jangka pendek mengindikasikan upaya kenaikan sedang dibatasi, sementara Relative Strength Index (14) di sekitar 49,5 mengisyaratkan momentum memudar dan latar belakang lebih seimbang serta konsolidatif daripada tekanan arah yang kuat.

Di sisi atas, resistance terdekat berada di EMA 20-hari di sekitar 95,39, dan penutupan harian di atas hambatan ini diperlukan untuk meredakan bias ke bawah saat ini dan membuka kembali jalan menuju level tertinggi 28 Mei di 95,67. Jika turun, pasangan mata uang ini bisa melemah menuju 94,00 jika turun di bawah level terendah 29 Mei di 94,46.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)

Indikator Ekonomi

Lowongan Pekerjaan JOLTS

Lowongan Pekerjaan JOLTS adalah survei yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS untuk membantu mengukur lowongan pekerjaan. Mengumpulkan data dari sejumlah pengusaha termasuk pengecer, produsen dan kantor-kantor yang berbeda setiap bulan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sel Jun 02, 2026 14.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 6.82Jt

Sebelumnya: 6.866Jt

Sumber: US Bureau of Labor Statistics