Rupiah Menguat saat Dolar AS Pangkas Kenaikan meski Sentimen Risk-Off

Rupiah Menguat saat Dolar AS Pangkas Kenaikan meski Sentimen Risk-Off
  • USD/IDR melemah saat Dolar AS memangkas kenaikan hariannya meskipun kehati-hatian pasar masih berlangsung.
  • The Fed secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di 3,50% hingga 3,75% pada bulan Juni.
  • Rupiah Indonesia dapat menghadapi tantangan di tengah menurunnya cadangan devisa akibat intervensi bank sentral yang mahal.

USD/IDR melanjutkan pelemahannya selama dua hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 17.720 selama perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini melemah saat Dolar AS (USD) memangkas kenaikan hariannya meskipun kehati-hatian pasar masih berlangsung. Para pedagang tetap waspada sambil menunggu pembaruan lebih lanjut mengenai program nuklir Iran yang belum terselesaikan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) telah ditandatangani untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade, meskipun para pelaku pasar tetap sangat berhati-hati. Penting untuk dicatat bahwa baik Washington maupun Tehran belum merilis teks resmi perjanjian tersebut, sehingga kurang transparansi penuh.

Greenback dapat menerima dukungan lebih lanjut karena para pedagang memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada kisaran target 3,50% hingga 3,75% pada hari Rabu, yang dapat disebabkan oleh inflasi AS yang lebih tinggi akibat harga energi yang meningkat terkait ketegangan di Timur Tengah. Para pedagang akan mengamati dengan seksama konferensi pers untuk petunjuk bagaimana Ketua The Fed baru Kevin Warsh berniat memimpin bank sentral ke era berikutnya.

Rupiah Indonesia (IDR) dapat menghadapi tantangan terhadap Dolar AS karena menurunnya cadangan devisa menyoroti meningkatnya biaya intervensi bank sentral. Tekanan domestik ini diperparah oleh risiko perdagangan eksternal, khususnya paket tarif AS sebesar 18% yang akan diberlakukan pada 24 Juli yang mengancam ekspor dan arus modal. Namun, pelemahan Rupiah mungkin akan dibatasi menjelang pertemuan Bank Indonesia (BI) pada hari Kamis, di mana para pedagang bertaruh bahwa para pengambil kebijakan akan mempertahankan bias pengetatan hawkish untuk mempertahankan mata uang.

Harga Dolar AS 7 Hari Terakhir

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang terdaftar 7 hari terakhir. Dolar AS adalah yang terlemah dibandingkan Rupiah Indonesia.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD IDR
USD -0.50% -0.48% 0.13% 0.38% -0.21% -0.17% -1.79%
EUR 0.50% -0.01% 0.61% 0.88% 0.30% 0.44% -2.04%
GBP 0.48% 0.01% 0.56% 0.90% 0.32% 0.36% -2.38%
JPY -0.13% -0.61% -0.56% 0.26% -0.23% -0.21% -2.36%
CAD -0.38% -0.88% -0.90% -0.26% -0.65% -0.50% -2.53%
AUD 0.21% -0.30% -0.32% 0.23% 0.65% 0.11% -2.50%
NZD 0.17% -0.44% -0.36% 0.21% 0.50% -0.11% -2.06%
IDR 1.79% 2.04% 2.38% 2.36% 2.53% 2.50% 2.06%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili USD (dasar)/JPY (pembanding).