BoJ Naikkan Suku Bunga ke 1,0% — Uchida Beri Sinyal Pengetatan Masih Berlanjut, USD/JPY Turun ke 160,15

BoJ Naikkan Suku Bunga ke 1,0% — Uchida Beri Sinyal Pengetatan Masih Berlanjut, USD/JPY Turun ke 160,15

Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0% pada hari Selasa, level tertinggi sejak 1995. Keputusan tersebut disetujui melalui pemungutan suara 7-1, sesuai dengan ekspektasi pasar. Anggota dewan Asada menjadi satu-satunya yang memberikan suara menolak.

Karena Gubernur Kazuo Ueda sedang dirawat di rumah sakit akibat infeksi kista hati, Wakil Gubernur Shinichi Uchida memimpin konferensi pers setelah rapat. Pesan yang disampaikannya sangat jelas: siklus pengetatan kebijakan moneter BoJ belum berakhir.

Setelah pengumuman tersebut, USD/JPY turun 0,07% ke 160,15, dengan Yen menguat terhadap hampir semua mata uang utama dan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik terhadap Dolar Selandia Baru.

Pernyataan Penting Uchida

Sebagai salah satu arsitek utama kebijakan moneter BoJ, Uchida tidak menyatakan bahwa inflasi telah sepenuhnya terkendali dan tetap membuka peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

① Kenaikan Suku Bunga Masih Mungkin Berlanjut

BoJ akan "terus menaikkan suku bunga kebijakan sesuai perkembangan aktivitas ekonomi, inflasi, dan kondisi keuangan." Tidak ada sinyal bahwa bank sentral akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga.

② Risiko Inflasi Cenderung Meningkat

Uchida mengatakan inflasi inti berpotensi "bergerak lebih tinggi" dari target 2%. Pernyataan ini dipandang cukup hawkish, mengingat gaya komunikasi BoJ selama ini dikenal sangat berhati-hati.

③ Mekanisme Kenaikan Upah dan Harga Telah Mengakar

Dewan BoJ menegaskan bahwa siklus kenaikan upah dan harga kini telah "mengakar" dalam perekonomian Jepang dan sejalan dengan target inflasi 2% selama beberapa tahun terakhir. Perubahan struktural ini menjadi dasar bagi proses normalisasi kebijakan moneter.

④ Situasi Timur Tengah Masih Menjadi Faktor Ketidakpastian

Uchida menyatakan BoJ akan "mencermati dengan saksama apakah pembicaraan damai di Timur Tengah akan berdampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi atau terhadap inflasi." Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan geopolitik tetap menjadi variabel penting dalam pengambilan kebijakan.

⑤ Absennya Gubernur Ueda Bersifat Sementara

Uchida menegaskan bahwa perawatan medis Gubernur Ueda tidak akan memengaruhi pelaksanaan maupun arah kebijakan moneter BoJ.

Mengapa BoJ Menaikkan Suku Bunga?

Data inflasi menjadi dasar utama keputusan BoJ.

Indeks Harga Konsumen (CPI) Jepang tercatat 1,4% secara tahunan pada April, sementara inflasi harga grosir melonjak menjadi 6,3% pada Mei, yang menunjukkan tekanan harga konsumen diperkirakan akan terus meningkat.

Dalam pernyataan resminya, BoJ memproyeksikan bahwa CPI akan "meningkat hingga berada jauh di atas target 2%", sementara inflasi inti diperkirakan mencapai target 2% pada paruh kedua tahun fiskal 2026 hingga tahun fiskal 2027.

Sebelum dirawat di rumah sakit, Gubernur Ueda juga telah memperingatkan bahwa:

"Jika ekspektasi inflasi sudah tinggi dan pertumbuhan upah semakin cepat, risiko munculnya efek putaran kedua akan menjadi besar."

Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi keputusan kenaikan suku bunga kali ini, meskipun beliau tidak menghadiri rapat.

Pengurangan Pembelian Obligasi Pemerintah Jepang (JGB): Tidak Berubah, tetapi April 2027 Perlu Diperhatikan

BoJ menegaskan akan mempertahankan rencana pengurangan pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) sebesar ¥200 miliar setiap kuartal hingga periode Januari–Maret 2027.

Mulai April 2027, BoJ akan menghentikan sementara proses pengurangan tersebut dan mempertahankan pembelian obligasi bulanan sekitar ¥2 triliun. Keputusan ini juga disetujui melalui pemungutan suara 7-1.

Level Teknis USD/JPY yang Perlu Diperhatikan

  • 160,73 — Puncak April sekaligus level tertinggi dalam beberapa dekade; resistance utama.
  • 160,00 — Level psikologis yang secara historis sering memicu intervensi otoritas Jepang.
  • 159,65 — SMA 20 hari; support jangka pendek.
  • 159,00 / 158,60 — Target penurunan berikutnya apabila tekanan jual meningkat.

Menurut Valeria Bednarik, Chief Analyst FXStreet, grafik harian USD/JPY masih menunjukkan tren bullish karena SMA 20 hari berada di atas SMA 100 dan SMA 200 hari. Namun, indikator teknikal mulai kehilangan momentum kenaikan meskipun masih berada di atas garis tengah, yang menunjukkan arah pergerakan pasar belum benar-benar kuat.

Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Asia Tenggara Selanjutnya?

Setelah keputusan BoJ, perhatian pasar kini beralih ke keputusan suku bunga The Fed pada Rabu pukul 14:00 ET.

  • Jika Kevin Warsh menyampaikan sikap yang hawkish, selisih suku bunga antara AS dan Jepang dapat semakin melebar sehingga USD/JPY berpotensi kembali menguji level 160,73.
  • Sebaliknya, jika The Fed memberikan kejutan dovish, penguatan Yen dapat berlanjut dan USD/JPY berpotensi menguji support di 159,00.

Bagi trader di Singapura, Malaysia, dan Indonesia, USD/JPY merupakan salah satu pasangan mata uang yang paling penting untuk dipantau minggu ini, karena keputusan kebijakan moneter dari BoJ dan The Fed berlangsung hanya dalam selang waktu kurang dari 24 jam.

Perdagangkan CFD USD/JPY di VG Markets dengan spread kompetitif dan pembaruan pasar secara real-time.

Peringatan Risiko: Perdagangan CFD mengandung risiko yang tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh modal yang diinvestasikan. Produk yang ditawarkan oleh VG Markets mungkin tidak sesuai untuk semua investor.

Sumber: Pernyataan Kebijakan Moneter Bank of Japan (BoJ), FXStreet (Valeria Bednarik), Reuters.