USD/CAD Terjebak di Persimpangan: Meredanya Risiko Perang Berhadapan dengan Sikap Hawkish The Fed, Sementara Harga Minyak Menarik CAD ke Dua Arah

USD/CAD Terjebak di Persimpangan: Meredanya Risiko Perang Berhadapan dengan Sikap Hawkish The Fed, Sementara Harga Minyak Menarik CAD ke Dua Arah

USD/CAD melemah tipis ke sekitar 1,4100 pada sesi Asia hari Kamis, mengakhiri reli lima hari berturut-turut. Namun, pelemahan moderat ini menyembunyikan tarik-ulur yang jauh lebih kompleks di balik pergerakan harga, sesuatu yang perlu dipahami trader sebelum menarik kesimpulan dari penurunan tersebut.

Mengapa Dolar AS Melemah Terlebih Dahulu?

Pemicu langsungnya adalah berkurangnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven.

Menurut BBC, pada Rabu malam Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) awal yang bertujuan mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Pengumuman tersebut menyusul penandatanganan elektronik kerangka awal oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada awal pekan. Proses penandatanganan dua tahap ini secara bertahap meningkatkan keyakinan pasar bahwa deeskalasi tersebut benar-benar sedang berlangsung, bukan sekadar retorika diplomatik.

Namun The Fed Mendorong Dolar ke Arah Sebaliknya

Di sinilah situasinya menjadi lebih menarik.

Ketika risiko geopolitik mereda dan menekan Dolar AS, faktor lain yang berpotensi lebih bertahan justru memberikan dukungan bagi Greenback.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dengan suara bulat memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di 3,50%–3,75% dalam rapat pertama yang dipimpin Ketua baru Kevin Warsh. Ia menegaskan komitmen The Fed untuk secara tegas mengembalikan inflasi menuju target.

Yang lebih penting, Summary of Economic Projections (SEP) edisi Juni menunjukkan bahwa setengah dari anggota FOMC kini memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Perubahan ini cukup signifikan mengingat pasar tenaga kerja AS masih tetap kuat dan inflasi inti masih bertahan tinggi, sehingga tekanan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat tetap besar meskipun konflik Iran telah memicu gangguan ekonomi di sejumlah wilayah.

Hal ini menciptakan dinamika tarik-menarik bagi USD/CAD:

  • Meredanya ketegangan di Timur Tengah mengurangi premi safe haven Dolar AS.
  • Di sisi lain, sikap The Fed yang semakin hawkish memberikan dukungan melalui jalur perbedaan suku bunga.

Hasilnya, Dolar hanya mengalami pelemahan terbatas, bukan penurunan yang berkelanjutan, karena kedua faktor tersebut sebagian besar saling mengimbangi.

Minyak: Faktor Penentu yang Dapat Menggerakkan CAD ke Dua Arah

Dari sisi Dolar Kanada, situasinya juga tidak kalah rumit.

Sebagai mata uang yang terkait erat dengan komoditas, CAD biasanya mendapat dukungan ketika harga minyak naik. Saat ini minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) masih bertahan di sekitar US$75,10 per barel, yang secara teori seharusnya membantu menopang CAD terhadap kekuatan Dolar AS.

Namun, faktor-faktor yang memengaruhi Dolar juga turut memengaruhi prospek harga minyak.

Meredanya ketegangan di Timur Tengah mengurangi premi risiko gangguan pasokan yang sebelumnya menopang harga minyak.

Di saat yang sama, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir 2026 cenderung membebani harga komoditas secara umum, karena kebijakan moneter yang lebih ketat biasanya memperlambat prospek permintaan global serta memperkuat Dolar AS, sehingga minyak yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

Dengan kata lain, faktor yang saat ini mendukung CAD melalui harga minyak juga merupakan faktor yang menghapus premi geopolitik yang sebelumnya menjaga harga minyak tetap tinggi.

Ketegangan ini dapat berakhir ke salah satu arah, tergantung seberapa cepat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali normal serta bagaimana sikap hawkish The Fed berkembang dalam beberapa bulan mendatang.

Apa Artinya bagi USD/CAD ke Depan?

Prospek USD/CAD kemungkinan akan ditentukan oleh faktor mana yang paling dominan di antara tiga kekuatan berikut:

  • Berlanjutnya deeskalasi konflik Timur Tengah.
  • Sikap hawkish The Fed.
  • Penyeimbangan kembali pasar minyak berdasarkan dinamika permintaan dan pasokan.

Jika ketegangan geopolitik terus mereda tanpa adanya kejutan hawkish tambahan dari The Fed, USD/CAD kemungkinan tetap berada di bawah tekanan turun secara bertahap.

Sebaliknya, apabila data inflasi maupun ketenagakerjaan AS kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, Dolar AS berpotensi kembali menguat terlepas dari perkembangan situasi Iran, bahkan dapat mengimbangi dukungan yang diterima CAD dari harga minyak.

Mengapa Hal Ini Penting bagi Trader Asia Tenggara?

Dinamika The Fed yang memengaruhi USD/CAD juga relevan bagi mata uang ASEAN.

The Fed yang semakin hawkish umumnya memperkuat Dolar AS terhadap berbagai mata uang kawasan.

Sementara itu, negara-negara pengimpor minyak seperti Thailand dan Filipina berpotensi memperoleh manfaat apabila harga minyak terus melemah akibat meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Sebaliknya, negara maupun sektor energi di kawasan yang bergantung pada ekspor komoditas dapat menghadapi tekanan yang serupa dengan yang dialami Dolar Kanada ketika harga minyak melemah.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Perkembangan lebih lanjut mengenai jadwal penandatanganan resmi kesepakatan antara AS dan Iran.
  • Data inflasi serta ketenagakerjaan AS yang dapat mengonfirmasi apakah kecenderungan hawkish FOMC akan terus berlanjut.
  • Arah pergerakan harga minyak ketika pasar menyeimbangkan antara berkurangnya risiko gangguan pasokan dan dampak kebijakan moneter yang lebih ketat.

Sumber: BBC, Federal Reserve, US Energy Information Administration (EIA).

Peringatan Risiko: Perdagangan CFD dan valuta asing memiliki tingkat risiko yang tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh modal yang diinvestasikan. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.