Yen Jepang telah memperpanjang reli tajamnya, mendorong USD/JPY turun ke sekitar 153,5 dan menandai level terkuat sejak Februari. Pasangan ini kini telah turun hampir 4% dari sekitar 160 pada awal pekan lalu.

Pergerakan terbaru mencerminkan aksi penutupan posisi short yen yang agresif, seiring trader semakin mengharapkan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga. Ekspektasi investor Jepang menarik dana dari luar negeri dan penutupan carry-trade lebih lanjut juga menambah permintaan yen.
Penembusan di bawah 155 telah mengubah gambaran teknikal. Dengan USD/JPY kini diperdagangkan di dekat 153, perhatian beralih ke area 152, sementara rebound menuju 155 bisa menjadi ujian penting apakah reli yen kehilangan momentum.
Bagi trader, fokus juga beralih ke sisi AS. Laporan CPI AS pekan ini dapat mempengaruhi ekspektasi Federal Reserve dan menentukan apakah dolar dapat pulih. Pembacaan inflasi yang lebih lunak dapat terus menekan USD/JPY, sementara angka yang lebih kuat dari perkiraan dapat mendukung dolar.
Apresiasi cepat yen telah memaksa penilaian ulang posisi yang signifikan. Jika ekspektasi pengetatan BOJ terus meningkat, USD/JPY bisa tetap tertekan, tetapi kecepatan pergerakan juga membuat pasangan ini rentan terhadap rebound tajam dan volatilitas yang meningkat.
