Yen kembali tertekan, dengan USD/JPY diperdagangkan di atas 159 dan mendekati level 160 yang dicermati ketat.
Kurang dari dua pekan setelah Jepang dan AS melakukan intervensi mata uang terkoordinasi yang langka, yen telah mengembalikan sekitar setengah dari keuntungannya.
Masalahnya adalah intervensi tidak mengubah kekuatan utama di balik pergerakan: kesenjangan lebar antara suku bunga AS dan Jepang.
Imbal hasil Treasury AS 10 tahun sekitar 4,69%, dibandingkan dengan sekitar 2,85% untuk obligasi pemerintah Jepang 10 tahun, menjaga permintaan terhadap aset AS berimbal hasil tinggi tetap kuat.
Itu membuat yen carry trade kembali menarik. Investor masih bisa meminjam yen dengan biaya relatif rendah dan memindahkan uang ke pasar dengan imbal hasil lebih tinggi.
160 Kembali Menjadi Fokus

Level 160 telah menjadi garis penting bagi para trader.
Pergerakan cepat di atas 160 dapat meningkatkan ekspektasi intervensi lain, terutama jika pelemahan yen menjadi tidak teratur.
Namun intervensi saja mungkin tidak cukup untuk menciptakan pemulihan yen yang langgeng.
Pasar kini melihat ke pertemuan Bank of Japan September, dengan trader memperhitungkan sekitar 50%–60% kemungkinan kenaikan 25 basis poin.
Bagi trader USD/JPY, pengaturan menjadi semakin sensitif: dorongan lain menuju 160 dapat membawa kembali risiko intervensi ke dalam fokus, sementara sinyal pengetatan BOJ yang lebih kuat dapat memberi ruang bagi yen untuk pulih.
