Penguatan Dolar AS (USD) berlanjut tanpa hambatan pada hari Rabu. Greenback mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut sekaligus menyentuh level tertinggi baru dalam dua bulan. Data ekonomi AS yang solid dan pernyataan hawkish para pejabat The Fed sudah cukup untuk menjaga permintaan terhadap Dolar AS tetap kuat dibandingkan mata uang utama lainnya.
Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 24 September:
Indeks Dolar AS (DXY) kembali menyentuh level yang terakhir terlihat pada akhir Juli, melampaui batas penting 101,00, diiringi kenaikan kuat imbal hasil obligasi Pemerintah AS di seluruh tenor. Data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan akan dirilis menjelang laporan Penjualan Rumah Baru, Izin Mendirikan Bangunan, dan Neraca Transaksi Berjalan kuartal II. Selain itu, para pejabat The Fed, Williams, Barkin, Hammack, dan Paulson, dijadwalkan menyampaikan pidato menjelang pertemuan puncak Trump–Xi.
EUR/USD merosot ke kisaran 1,1370, mendekati area terendah tahun ini akibat penguatan tajam Dolar AS. Indeks Iklim Bisnis Jerman yang dirilis IFO akan dipublikasikan menjelang pidato Lane dan Schnabel dari Bank Sentral Eropa (ECB).
GBP/USD bergerak mendekati level terendah dalam tiga bulan di sekitar 1,3230 menyusul penguatan Dolar AS. Survei Perdagangan Distribusi CBI akan menjadi satu-satunya rilis data ekonomi Inggris, meskipun perhatian pasar juga akan tertuju pada pernyataan para pejabat BoE, Bean, Dhingra, dan Breeden.
USD/JPY menembus level 158,00 dan mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut, mendekati Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang menjadi level teknis penting. Agenda ekonomi Jepang berikutnya adalah rilis awal PMI S&P Global.
AUD/USD turun ke level terendah dalam beberapa pekan di kisaran bawah 0,7000 sebelum mencoba bangkit dengan penguatan yang masih terbatas. Dolar Australia melemah selama tiga hari berturut-turut dan berada di jalur penurunan untuk pekan ketiga beruntun. Rilis laporan ketenagakerjaan Australia untuk Agustus akan menjadi agenda utama yang dinantikan pasar.
Kontrak berjangka WTI bulan terdekat berbalik menguat setelah mengalami penurunan selama beberapa hari. Harga minyak sempat turun di bawah US$89,00 per barel pada awal perdagangan, sebelum kembali menembus US$92,00 berkat kenaikan yang cukup solid menjelang akhir sesi Amerika Utara.
Emas dengan cepat menghapus kenaikan tipis pada hari Selasa dan kembali melemah hingga menyentuh level terendah dalam empat hari, sedikit di atas US$4.250 per ons troy. Penurunan harga logam mulia ini mengikuti penguatan Dolar AS dan lonjakan imbal hasil obligasi Pemerintah AS di seluruh tenor.
