Cadangan Devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat di $144,9 miliar yang lebih rendah dari $146,2 miliar pada akhir April 2026 seperti dicatat oleh Bank Indonesia (BI). Dalam catatan tersebut, perkembangan pada bulan pelaporan dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi Rupiah Bank Indonesia dan permintaan valuta asing musiman dan domestik.
Cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angkanya masih di atas standar kecukupan internasional yaitu sekitar 3 bulan impor.
Reaksi Pasar
USD/IDR berada di 18.185, yang tidak menunjukkan reaksi signifikan pasca rilis data. Dalam basis harian, pasangan mata uang ini melanjutkan kenaikan untuk mencatatkan tertinggi baru sepanjang masa di dekat level yang disebutkan di atas.
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Sen Jun 08, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Aktual: $144.9
Konsensus: -
Sebelumnya: $146.2
Sumber: Bank of Indonesia
