Dolar AS Mencatat Penurunan Harian Terbesar dalam Hampir Empat Pekan Setelah The Fed Menahan Suku Bunga

Dolar AS Mencatat Penurunan Harian Terbesar dalam Hampir Empat Pekan Setelah The Fed Menahan Suku Bunga

Dolar AS mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir empat pekan pada hari Rabu setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,5% menjadi 100,89.

The Fed mempertahankan suku bunga di tengah perbedaan pandangan mengenai kebijakan

Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga untuk pertemuan kelima berturut-turut, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut meningkat di tengah volatilitas harga minyak dan kekhawatiran terhadap inflasi.

Tiga pejabat Federal Reserve regional memberikan suara mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang mencerminkan masih adanya perbedaan pandangan di dalam komite mengenai arah kebijakan yang tepat.

Diane Swonk, Chief Economist di KPMG U.S., mengatakan bahwa kelompok pembuat kebijakan yang mendukung sikap moneter lebih ketat telah bertambah dalam beberapa bulan terakhir. Ia menambahkan bahwa perbedaan suara secara terbuka dapat mencerminkan penilaian yang berbeda terhadap prospek inflasi serta waktu yang tepat untuk penyesuaian kebijakan di masa mendatang.

Setelah pertemuan tersebut, Ketua Federal Reserve mengatakan bahwa diskusi berlangsung aktif dan mendalam. Ia juga menyatakan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sejak Juni mencerminkan kombinasi antara pertumbuhan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja, dan ekspektasi inflasi.

Perkembangan geopolitik tetap menjadi perhatian

Harga minyak naik pada hari Rabu karena pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Investor terus menilai potensi dampak ketegangan kawasan terhadap pasar energi maupun sentimen pasar secara lebih luas.

Pergerakan mata uang utama

  1. Euro naik 0,7% menjadi US$1,1462.
  2. Pound sterling menguat 0,6% menjadi US$1,3361 menjelang keputusan kebijakan Bank of England.
  3. Yen Jepang menguat, dengan pasangan USD/JPY turun 0,3% menjadi 163,41.
  4. Dolar Australia melemah 0,3% menjadi US$0,6953 setelah inflasi tahunan Australia (CPI) turun menjadi 3,8% pada Juni dari 4,0% pada Mei.

Fokus pasar

Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati data inflasi, komunikasi bank sentral, serta keputusan kebijakan dari Federal Reserve, Bank of England, dan Reserve Bank of Australia (RBA), karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi pergerakan pasar valuta asing.

Sumber: Federal Reserve; KPMG U.S.; Reuters.