Harga Emas Naik Hampir 1% Setelah The Fed Menahan Suku Bunga, Pelemahan Dolar AS Mengimbangi Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak

Harga Emas Naik Hampir 1% Setelah The Fed Menahan Suku Bunga, Pelemahan Dolar AS Mengimbangi Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak

Harga emas menguat pada hari Rabu setelah dolar AS melemah menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga, sehingga memberikan dukungan bagi logam mulia. Namun, kenaikan lebih lanjut dibatasi oleh harga minyak yang meningkat akibat perkembangan di Timur Tengah. Harga emas spot naik 1% menjadi US$4.064,33 per ons, sementara kontrak berjangka emas ditutup naik 0,7% menjadi US$4.065,75.

The Fed mempertahankan suku bunga di tengah perbedaan pandangan mengenai kebijakan

Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga untuk pertemuan kelima berturut-turut, sesuai dengan ekspektasi pasar. Dalam beberapa pekan terakhir, ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut meningkat seiring kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat menambah tekanan inflasi.

Tiga pejabat Federal Reserve regional memberikan suara mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang mencerminkan masih adanya perbedaan pandangan di dalam komite mengenai arah kebijakan yang tepat.

Collin Martin, Head of Fixed Income Research di Schwab Center for Financial Research, mengatakan bahwa hasil pemungutan suara tersebut mencerminkan perbedaan pandangan terhadap prospek kebijakan. Ia menyatakan bahwa apabila data inflasi dalam beberapa bulan mendatang lebih kuat dari perkiraan, ekspektasi terhadap pengetatan tambahan dapat meningkat. Martin juga menyebut tarif, belanja modal terkait AI, serta perkembangan di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak sebagai faktor-faktor yang dapat memengaruhi prospek inflasi, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang masih relatif stabil.

Ketua Federal Reserve mengatakan bahwa diskusi dalam pertemuan berlangsung aktif dan mendalam, serta menambahkan bahwa suara yang berbeda belum sepenuhnya mencerminkan luasnya pembahasan di dalam komite. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sejak Juni telah berkontribusi pada kondisi keuangan yang lebih ketat.

Perkembangan di Timur Tengah menopang harga minyak

Harga minyak naik pada hari Rabu karena para investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan mengevaluasi potensi dampaknya terhadap pasar energi maupun sentimen pasar secara keseluruhan.

Fokus pasar

Investor diperkirakan akan terus mencermati data inflasi AS yang akan datang, komunikasi dari Federal Reserve, serta perkembangan di Timur Tengah, karena faktor-faktor tersebut dapat terus memengaruhi harga emas maupun pasar keuangan secara lebih luas.

Sumber: Federal Reserve; Schwab Center for Financial Research; Reuters.