Taiwan mengirimkan pengapalan besar pertama mangga segar ke Eropa pada Juni, dengan enam ton masuk ke Prancis melalui Pasar Internasional Rungis serta 500 kilogram mangga premium varietas Irwin dikirim ke Inggris. Langkah ini mencerminkan upaya Taiwan untuk memperluas pasar ekspor produk pertaniannya.
Tren ekspor
- Ekspor mangga Taiwan diproyeksikan meningkat sekitar 2,5–2,6 kali lipat pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
- Mangga premium dijual sekitar €18–28 per buah selama uji pasar di Eropa.
- Taiwan memproduksi lebih dari 170.000 ton mangga setiap tahun, sementara secara historis hanya sekitar 2,2% yang diekspor.
- Ekspor ke China daratan turun hingga mendekati nol setelah pembatasan impor diberlakukan, dari sekitar 9.000 ton per tahun sebelumnya.
China menghentikan impor mangga Taiwan pada 2023 dengan alasan kekhawatiran terhadap hama kutu putih. Pemerintah Taiwan menyatakan pembatasan tersebut lebih didorong oleh pertimbangan politik daripada semata-mata alasan karantina tanaman.
Di sisi lain, Korea Selatan menurunkan tarif impor mangga Taiwan dari 30% menjadi 5% hingga pertengahan Agustus. Pemerintah Taiwan juga memberikan subsidi biaya pengiriman udara untuk mendukung ekspor ke pasar Eropa.
Perkembangan ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan sebagian eksportir Asia untuk memperluas tujuan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar. Pengalaman Taiwan dapat menjadi contoh bagaimana pasar alternatif dapat dikembangkan, sekaligus menunjukkan biaya tambahan yang mungkin timbul dalam proses diversifikasi perdagangan。
