Emas Bertahan di Dekat US$4.020 karena Risiko Geopolitik dan Ekspektasi The Fed Mempengaruhi Sentimen Pasar

Emas Bertahan di Dekat US$4.020 karena Risiko Geopolitik dan Ekspektasi The Fed Mempengaruhi Sentimen Pasar

Harga emas bergerak relatif stabil pada hari Senin. Harga emas spot (XAU/USD) naik 0,1% menjadi US$4.020,63 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS menguat 0,8% menjadi US$4.030,20 per ons. Investor terus mencermati perkembangan geopolitik serta prospek kebijakan moneter Federal Reserve.

Perak mencatat kinerja lebih baik dengan kenaikan 1,8% menjadi US$56,97 per ons, sedangkan platinum naik 0,2% menjadi US$1.598,45 per ons.

Faktor-faktor utama yang menjadi perhatian pasar meliputi:

  1. Harga minyak Brent diperdagangkan di atas US$90 per barel setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut berbagai laporan media, aksi militer terbaru turut memengaruhi infrastruktur energi regional dan aktivitas pelayaran di sekitar Selat Hormuz.
  2. Pejabat Iran menyatakan bahwa gencatan senjata sebelumnya dengan Amerika Serikat tidak lagi berlaku, sehingga meningkatkan ketidakpastian terhadap salah satu jalur pengiriman minyak terpenting di dunia.
  3. Konflik telah berlangsung selama beberapa bulan, sementara arah kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran tetap menjadi perhatian pasar keuangan global.

Prospek kebijakan Federal Reserve

Kenaikan harga energi menambah ketidakpastian terhadap prospek inflasi meskipun data inflasi dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat terbaru menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya mendukung imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar AS, sehingga meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Menurut ANZ, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve tanggal 29 Juli sempat meningkat hingga sekitar 40% pada pekan lalu sebelum turun kembali menjadi sekitar 10%. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi suku bunga tetap menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas.

ANZ mengatakan masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga sepanjang 2026, dengan alasan bahwa pembuat kebijakan kemungkinan akan melihat tekanan inflasi akibat energi sebagai faktor sementara kecuali meluas ke sektor harga lainnya. Bank tersebut juga memperkirakan kisaran US$3.800–US$4.000 per ons dapat menjadi area dukungan dalam skenario dasarnya.

Harga emas tetap bergerak di sekitar level psikologis US$4.000 per ons setelah turun 14% pada kuartal kedua, mencerminkan pengaruh ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di samping permintaan terhadap aset safe haven.