Harga emas (XAU/USD) pulih secara terbatas dari level terendah sejak November 2025 pada awal perdagangan Selasa. Namun, penguatan tersebut melemah memasuki sesi Eropa sehingga harga tetap berada di bawah level US$4.050.
Perkembangan Geopolitik Masih Dipenuhi Ketidakpastian
Laporan menunjukkan Amerika Serikat dan Iran telah membahas upaya meredakan ketegangan setelah insiden di sekitar Selat Hormuz. Meski demikian, kedua pihak masih menyampaikan pernyataan yang berbeda mengenai status gencatan senjata maupun kemungkinan pembicaraan lanjutan. Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah mengajukan pertemuan di Doha, sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membantah adanya pembicaraan teknis yang dijadwalkan pekan ini.
Perbedaan pernyataan tersebut mempertahankan ketidakpastian geopolitik dan terus mendukung permintaan terhadap aset safe haven, termasuk Dolar AS.
Ekspektasi The Fed Tetap Menjadi Fokus Pasar
Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 63% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September. Ekspektasi tersebut, bersama kekhawatiran inflasi yang berkaitan dengan perkembangan geopolitik, terus mendukung Dolar AS dan memberikan tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Fokus Pasar Pekan Ini
Perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan para pejabat Federal Reserve di Forum ECB di Sintra serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat. Kedua agenda tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dan pergerakan Dolar AS.
Level Teknikal yang Menjadi Perhatian
Pada grafik empat jam, harga emas beberapa kali menghadapi resistance di sekitar Simple Moving Average (SMA) 100 periode. Indikator MACD masih berada di bawah garis nol meskipun momentum negatif mulai berkurang, sementara RSI berada di sekitar level 34 dan mendekati area jenuh jual tanpa mengonfirmasi pembalikan tren.
