Harga emas melemah tajam pada hari Kamis setelah lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil Treasury AS, membalikkan penguatan teknikal selama dua hari yang sebelumnya mengangkat emas dari area support US$4.000 per ounce.
Pergerakan utama pasar (berdasarkan data penutupan Investing.com):
→ Emas spot: turun 2% menjadi US$4.049,56/oz setelah menguat sekitar 3% pada Selasa-Rabu.
→ Emas berjangka: turun 2,4% menjadi US$4.052,40/oz.
→ Minyak Brent: menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 26 Mei.
Kekhawatiran terhadap pasokan minyak tetap menjadi fokus: Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah pekan ini. Berdasarkan data Kpler, sekitar 1,9 juta barel per hari kapasitas kilang di pesisir barat Arab Saudi menghadapi risiko gangguan lebih lanjut, sementara jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz tercatat turun 75% di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Ekspektasi suku bunga The Fed berubah signifikan (berdasarkan CME FedWatch Tool):
→ Peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada 29 Juli: turun menjadi sekitar 66% dari sekitar 88% sepekan lalu.
→ Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin: naik menjadi sekitar 34% dari sekitar 12% sepekan lalu.
Level teknikal yang disoroti analis, menurut David Morrison, Senior Market Analyst di Trade Nation: area sekitar US$4.080/oz dapat berfungsi sebagai area support teknikal, sementara pergerakan di atas US$4.200 dapat dipandang oleh sebagian pelaku pasar sebagai penguatan prospek teknikal yang lebih bullish. Namun, penguatan dolar AS tetap menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar.
Sinyal posisi pasar: Analis ANZ mencatat posisi net long nonkomersial emas telah mencapai level tertinggi sejak Januari. Arus masuk ETF yang kembali meningkat menunjukkan investor memanfaatkan emas sebagai lindung nilai terhadap valuasi saham yang tinggi meskipun prospek suku bunga masih tetap tinggi.
Implikasi bagi pasar: Penyesuaian ekspektasi menuju sikap The Fed yang lebih hawkish umumnya memberi tekanan pada aset tanpa imbal hasil seperti emas sekaligus mendukung dolar AS. Pelaku pasar kemungkinan akan tetap mencermati area support US$4.080 dan resistance US$4.200, sementara perkembangan terkait gangguan pengiriman di Laut Merah dapat tetap menjadi faktor yang memengaruhi ekspektasi inflasi menjelang keputusan The Fed pada 29 Juli.
Sumber: Data pasar Investing.com; data pelayaran Kpler; CME FedWatch Tool; ANZ Research; disusun dari laporan Investing.com (Anuron Mitra).
