Harga Emas di India Turun Meski Dolar AS Melemah — Inilah Faktor yang Perlu Diperhatikan Trader
Harga emas di India melemah pada hari Rabu, dengan logam mulia diperdagangkan di 13.143,24 Rupee India (INR) per gram, turun dari 13.164,96 INR sehari sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun oleh FXStreet. Harga per tola juga turun menjadi 153.299,50 INR, dibandingkan 153.553,50 INR pada hari sebelumnya.
Fenomena yang Tidak Biasa: Dolar AS Melemah Biasanya Mendorong Harga Emas — Namun Kali Ini Berbeda
Secara umum, harga emas bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS karena pelemahan mata uang tersebut membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Namun pada hari Rabu, harga emas di India justru turun meskipun Indeks Dolar AS (DXY) melemah menuju level 99,50 di tengah optimisme atas kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada hari Jumat.
Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa faktor utama yang memengaruhi pasar bukanlah pelemahan Dolar AS, melainkan meredanya risiko geopolitik. Berkurangnya ketegangan di Timur Tengah telah menekan premi safe haven emas sehingga mengimbangi dukungan yang biasanya diberikan oleh Dolar AS yang lebih lemah. Ketika kekhawatiran akan meluasnya konflik mulai mereda, sebagian investor tampaknya mengalihkan dana dari emas ke aset berisiko, sejalan dengan hubungan terbalik yang telah lama dikenal antara harga emas dan pasar saham: ketika saham menguat, permintaan terhadap emas cenderung melemah, dan sebaliknya.
Apa yang Menahan Penurunan Harga Emas?
Meskipun mengalami penurunan harian, permintaan jangka panjang terhadap emas tetap kuat. Menurut World Gold Council, bank-bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar ke dalam cadangan devisa mereka sepanjang tahun 2022, yang merupakan pembelian tahunan terbesar sepanjang sejarah. China, India, dan Turki termasuk negara yang paling agresif meningkatkan cadangan emas dalam beberapa tahun terakhir.
Pembelian berkelanjutan dari sektor resmi tersebut secara historis telah menjadi penopang harga emas, bahkan ketika pasar mengalami koreksi jangka pendek akibat perubahan sentimen risiko.
Mengapa Ini Penting bagi Pembeli di India dan Asia Tenggara?
India merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia, dengan permintaan yang biasanya meningkat menjelang musim pernikahan dan festival seperti Akshaya Tritiya. Bagi konsumen ritel maupun pelaku industri perhiasan, penurunan harga jangka pendek seperti yang terjadi pada hari Rabu dapat menjadi peluang untuk melakukan pembelian sebelum permintaan musiman meningkat.
Namun, pergerakan nilai tukar Rupee terhadap Dolar AS (USD/INR) sama pentingnya dengan harga emas global karena harga lokal yang diterbitkan FXStreet merupakan hasil konversi harga emas internasional ke dalam mata uang INR. Rupee yang lebih kuat—yang sering terjadi ketika Dolar AS melemah—dapat membantu membatasi penurunan harga emas domestik. Hal ini menjelaskan mengapa penurunan harga emas di India sejauh ini masih relatif terbatas.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Keputusan kebijakan The Fed pada Rabu malam, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga emas berikutnya. Jika Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menyampaikan nada yang lebih hawkish, Dolar AS dapat menguat dan memberikan tekanan tambahan pada harga emas. Sebaliknya, sinyal yang lebih dovish dapat kembali meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Selain itu, penandatanganan resmi kesepakatan damai AS-Iran pada hari Jumat akan menjadi katalis penting lainnya. Jika proses tersebut berjalan lancar, harga emas berpotensi tetap melemah seiring meningkatnya selera risiko investor. Namun, apabila muncul hambatan pada menit-menit terakhir, harga emas dapat dengan cepat berbalik naik. Trader juga disarankan untuk terus memantau pergerakan USD/INR karena kekuatan atau pelemahan Rupee akan menentukan seberapa besar perubahan harga emas global dirasakan oleh pembeli di India.
Sumber data: FXStreet (harga emas harian di India), World Gold Council (data cadangan emas bank sentral).
Pernyataan Risiko: Perdagangan CFD dan logam mulia memiliki tingkat risiko yang tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh modal investasi. Informasi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.
.jpg)