Tekanan dari harga emas global dan penguatan dolar AS mendorong harga domestik lebih rendah, sementara kemajuan diplomasi AS-Iran mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Sumber: MCX, GoodReturns, Investing.com
- Emas 24K / gram ₹14.460 ↓ Turun dari ₹14.585
- Emas 24K / 10 gram ₹144.600 ↓ Turun sekitar ₹1.250 hari ini
- XAU/USD Spot US$4.063 ↓ Sekitar 1,1%
- USD/INR ₹94,67 Relatif stabil
Harga emas di India turun pada hari Rabu mengikuti pelemahan harga emas spot global di tengah penguatan dolar AS. Harga emas spot (XAU/USD) melemah sekitar 1,1% ke kisaran US$4.063 per troy ounce, tertekan oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mulai menaikkan suku bunga pada September. Sejumlah pejabat The Fed kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, yang memperkuat dolar AS dan menekan harga logam mulia.
Harga emas domestik India, yang dihitung berdasarkan harga emas internasional dalam dolar AS menggunakan kurs USD/INR serta mencakup bea masuk emas sebesar 15%, ikut bergerak turun mengikuti pasar global. Nilai tukar rupee India tetap stabil di sekitar ₹94,67 per dolar AS, sehingga tidak mampu memberikan dukungan berarti bagi harga emas.
Di sisi lain, kemajuan dalam diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran turut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. Pemerintah AS baru-baru ini memberikan izin ekspor minyak selama 60 hari kepada Iran, sementara aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai kembali normal secara bertahap. Perkembangan ini mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga emas sepanjang sebagian besar kuartal pertama.
Meski mengalami koreksi baru-baru ini, harga emas masih naik sekitar 25% sejak awal tahun, meskipun telah turun cukup tajam dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.602 per ounce yang dicapai pada 29 Januari 2026. Pelaku pasar kini menantikan Indeks Harga PCE AS yang akan dirilis akhir pekan ini sebagai petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed dan pergerakan harga emas berikutnya.
Faktor utama penggerak pasar
- Penguatan dolar AS.
- Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September semakin meningkat.
- Kemajuan diplomasi AS-Iran mengurangi premi risiko geopolitik.
- Data inflasi PCE AS akan dirilis pekan ini.
Sumber: GoodReturns, Investing.com (25 Juni 2026), kurs tengah USD/INR, Pemerintah India (bea masuk emas 15%). Disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.
