WTI bertahan di dekat level terendah Maret di atas US$72,50 karena kekhawatiran pasokan mereda, namun ketidakpastian nuklir masih membayangi

WTI bertahan di dekat level terendah Maret di atas US$72,50 karena kekhawatiran pasokan mereda, namun ketidakpastian nuklir masih membayangi

Pemulihan sebagian lalu lintas di Selat Hormuz dan kebijakan pembebasan sementara sanksi AS terhadap minyak Iran membatasi peluang pemulihan harga minyak. Namun, sinyal yang saling bertentangan mengenai isu nuklir membuat pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang potensi penembusan di bawah SMA 200 hari.

Sumber: Departemen Keuangan AS, Fars News Agency, Gedung Putih

Ringkasan Pasar

  • Harga spot WTI: ~US$72,50 ↓ dekat level terendah Maret
  • SMA 200 hari: berada di bawah harga saat ini · level support teknikal utama
  • Pembebasan sanksi AS terhadap Iran: 60 hari · berlaku hingga 21 Agustus 2026
  • Status lalu lintas Selat Hormuz: pulih sebagian · jumlah kapal harian masih terbatas

WTI masih tertekan seiring membaiknya prospek pasokan

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan dalam kisaran sempit sedikit di atas US$72,50 per barel selama sesi Asia hari Rabu, bertahan di dekat level terendah sejak awal Maret setelah mengalami penurunan berkepanjangan akibat meredanya kekhawatiran terhadap pasokan.

Dua perkembangan utama telah memperbaiki prospek pasokan global. Pertama, seorang sumber militer Iran mengatakan kepada Fars News Agency bahwa sejumlah kapal kini kembali diizinkan melintasi Selat Hormuz setiap hari di bawah koordinasi Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, sehingga sebagian gangguan pasokan yang sebelumnya menopang harga minyak mulai berkurang.

Kedua, Departemen Keuangan AS mengumumkan pembebasan sementara sanksi selama 60 hari yang berlaku hingga 21 Agustus 2026. Kebijakan tersebut mengizinkan produksi, pengangkutan, dan penjualan minyak mentah, produk minyak bumi, serta produk petrokimia Iran. Langkah ini merupakan bagian dari kerangka kesepakatan yang lebih luas antara AS dan Iran dan diperkirakan akan menambah pasokan ke pasar energi global.

Meski prospek pasokan cenderung bearish, tekanan jual belum meningkat secara agresif. Faktor utamanya adalah ketidakpastian mengenai program nuklir Iran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menyetujui tingkat inspeksi nuklir IAEA tertinggi untuk masa depan, dan pernyataan tersebut kemudian didukung oleh Wakil Presiden JD Vance setelah perundingan di Swiss. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah membuat komitmen nuklir baru.

Pernyataan yang saling bertentangan tersebut masih mempertahankan premi risiko geopolitik dalam harga minyak sehingga membatasi pelemahan lebih lanjut. Dari sisi teknikal, WTI juga masih bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang tetap berfungsi sebagai area support penting. Meski demikian, prospek fundamental masih cenderung negatif selama lalu lintas di Selat Hormuz terus kembali normal dan pembebasan sanksi AS tetap berlaku.

Faktor utama

  • Lalu lintas Selat Hormuz pulih sebagian
  • Pembebasan sanksi AS terhadap minyak Iran selama 60 hari
  • Pernyataan AS dan Iran mengenai isu nuklir saling bertentangan
  • SMA 200 hari masih menjadi support teknikal utama
  • Konflik di Lebanon relatif mereda

Sumber: Fars News Agency · Departemen Keuangan AS · Gedung Putih · Kementerian Luar Negeri Iran