Harga emas kembali melemah pada hari Selasa karena investor terus mengevaluasi ketidakpastian terkait prospek suku bunga dan inflasi di Amerika Serikat. Harga emas spot turun 1%, sementara kontrak berjangka emas melemah 0,9% seiring menguatnya dolar AS yang membebani logam mulia. Harga perak turun 2,1% dan platinum melemah 1,2%, sehingga menghapus sebagian kenaikan yang dibukukan pada pekan lalu.
Laporan mengenai meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz juga tetap menjadi perhatian pasar dan turut mempertahankan kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga mendukung penguatan dolar AS meskipun harga minyak bergerak lebih tinggi.
Perhatian pasar kini tertuju pada risalah rapat FOMC yang akan dirilis pada hari Rabu untuk memperoleh gambaran lebih lanjut mengenai pandangan para pembuat kebijakan terhadap inflasi dan prospek suku bunga.
Harga emas sempat menguat pekan lalu setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dan menekan dolar AS. Namun, karena risiko inflasi masih menjadi perhatian, harga emas tetap berada di bawah level tertinggi baru-baru ini karena suku bunga yang tinggi terus mengurangi daya tarik relatif aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Selanjutnya: Pelaku pasar dapat mencermati risalah rapat FOMC, pernyataan lanjutan dari Federal Reserve, serta perkembangan terkait keamanan di Selat Hormuz untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah harga emas.
Artikel ini disediakan semata-mata untuk informasi pasar dan bukan merupakan nasihat investasi.
Catatan: Mohon verifikasi kembali angka harga emas, perak, dan platinum sebelum dipublikasikan. Nilai pada naskah asli (khususnya harga emas spot di atas US$4.100/ons) tampak tidak sesuai dengan kisaran harga historis dan kemungkinan merupakan kesalahan data atau format.
