Yen Melemah saat Pasar Mencermati Sikap Intervensi Jepang

Yen Melemah saat Pasar Mencermati Sikap Intervensi Jepang

Yen kembali melemah pada perdagangan Asia hari Selasa, menembus level 162 per dolar AS ketika pelaku pasar terus menekan mata uang tersebut di tengah belum adanya indikasi langsung mengenai intervensi resmi dari otoritas Jepang. USD/JPY bertahan di dekat level tertinggi baru-baru ini, sementara GBP/JPY diperdagangkan di sekitar 217,09 dan EUR/JPY berada di 185,47 setelah naik 0,5% pada sesi sebelumnya.

Lee Hardman dari MUFG mengatakan bahwa harapan akan intervensi baru dari Bank of Japan selama periode perdagangan yang lebih sepi akibat libur di Amerika Serikat pekan lalu tidak terwujud, sehingga yen kehilangan sebagian penguatan yang sempat dicapai sebelumnya. Yen sempat memperoleh dukungan singkat karena spekulasi mengenai kemungkinan perubahan pendekatan intervensi oleh pemerintah Jepang, meskipun para analis menilai pergerakan pada hari Kamis tidak menunjukkan adanya tindakan resmi.

Di pasar yang lebih luas, dolar AS masih berada di bawah tekanan moderat setelah investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Euro naik ke US$1,1442, sementara pound sterling mencapai level tertinggi dalam dua minggu di US$1,34005. Carol Kong dari CBA mengatakan bahwa harga pasar saat ini mungkin masih meremehkan arah kebijakan Federal Reserve pada akhirnya, meskipun waktu penyesuaian kebijakan selanjutnya masih belum pasti.

Perhatian kini tertuju pada risalah rapat FOMC yang akan dirilis pada hari Rabu. Mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh sebelumnya juga menyampaikan pandangannya bahwa panduan kebijakan ke depan tidak selalu memberikan sinyal yang kuat bagi pasar.

Selanjutnya: Pelaku pasar dapat mencermati risalah rapat FOMC serta setiap perkembangan terkait kemungkinan intervensi Bank of Japan untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah yen dan dolar AS.

Artikel ini disediakan semata-mata untuk informasi pasar dan bukan merupakan nasihat investasi.