Harga emas spot naik 1,3% menjadi US$4.130,09 per ons pada Rabu, mencapai level tertinggi dalam dua pekan setelah pulih dari bawah US$3.960 pada Jumat lalu. Kontrak emas berjangka naik 1,4% menjadi US$4.134,95 per ons, sementara perak menguat 1,6% menjadi US$59,7265 per ons dan platinum naik 1,5% menjadi US$1.662,85 per ons.
ASEAN menyerukan stabilitas jalur pelayaran
Dalam pertemuan di Manila, para Menteri Luar Negeri ASEAN mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan penghentian segera konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman, yang merupakan salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia.
Berbicara kepada para menteri ASEAN, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa upaya mengganggu pelayaran di Selat Hormuz dapat menciptakan apa yang ia sebut sebagai "preseden berbahaya" bagi keamanan maritim. Pernyataannya mendapat perhatian di tengah sengketa yang masih berlangsung di Laut China Selatan. Rubio juga mengatakan bahwa perlindungan terhadap jalur pelayaran internasional tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab Amerika Serikat, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam menjaga keamanan maritim.
Faktor yang mendukung harga emas
- Konflik antara Amerika Serikat dan Iran berlanjut hingga hari ke-11 berturut-turut.
- Harga minyak Brent sempat melampaui US$95 per barel, level tertinggi sejak Juni, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap harga energi meskipun inflasi AS menunjukkan tanda-tanda mereda.
- Pelemahan dolar AS turut mendukung harga emas. Analis Trade Nation, David Morrison, mengatakan bahwa emas baru-baru ini tetap menguat bahkan ketika dolar AS menguat, berbeda dari hubungan terbalik yang biasanya terjadi antara emas dan mata uang AS.
Fokus pasar
Menurut Morrison, level US$4.200 per ons menjadi area yang terus dipantau investor untuk menilai apakah pemulihan harga emas saat ini dapat berlanjut. Dalam beberapa sesi terakhir, emas juga menunjukkan minat beli di sekitar US$4.000 per ons.
Sumber: Reuters, Investing.com, Rappler, RFE/RL, dan Fox News. Artikel ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.
