Harga Minyak Turun Lebih dari 5% setelah Jeda AS-Iran Meningkatkan Harapan terhadap Kemajuan Diplomatik

Harga Minyak Turun Lebih dari 5% setelah Jeda AS-Iran Meningkatkan Harapan terhadap Kemajuan Diplomatik

Harga minyak turun tajam pada 26 Juli, dengan Brent melemah 5,5% menjadi US$91,44 per barel setelah sempat turun di bawah US$90 pada perdagangan intraday. WTI turun 3,1% menjadi US$89,31 per barel pada 20.19 ET. Penurunan ini terjadi setelah harga minyak sebelumnya melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

Mengapa Pasar Bergerak

  1. Amerika Serikat menghentikan sementara kampanye pengeboman setelah 13 malam serangan berturut-turut, sehingga membuka peluang bagi dimulainya kembali pembahasan diplomatik.
  2. Iran juga menyatakan akan menghentikan serangan balasan selama jeda dari pihak AS tetap berlangsung. Menurut Reuters, kedua pihak tetap menyatakan bahwa aksi militer dapat kembali dilakukan apabila upaya diplomatik tidak membuahkan hasil.
  3. Reuters juga melaporkan bahwa China berupaya menghidupkan kembali pembicaraan antara AS dan Iran, sehingga meningkatkan harapan pasar terhadap meredanya ketegangan.
  4. Tony Sycamore, analis pasar senior di IG, mengatakan bahwa meningkatnya harapan terhadap kemajuan diplomatik turut mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang tercermin dalam harga minyak.

Risiko yang Masih Berlangsung

Gangguan pelayaran masih terjadi. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat, sementara aktivitas di Selat Bab el-Mandeb juga menurun setelah serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi.

Analis ANZ menyatakan pasar sejauh ini mampu menyerap gangguan tersebut melalui penurunan impor minyak China, pelepasan cadangan strategis, dan jalur ekspor alternatif Arab Saudi. Namun, mereka menilai kapasitas penyangga tersebut dapat semakin terbatas apabila gangguan pasokan terus berlanjut.

Prospek Pasar

Harga Brent dan WTI diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan kondisi pelayaran dan proses diplomatik. Pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau perkembangan di Selat Hormuz, aktivitas pelayaran regional, serta upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sumber: Reuters dan data pasar komoditas secara real time. Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh editor. Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi maupun keuangan. Pasar komoditas memiliki volatilitas harga yang tinggi.