Iran Mengisyaratkan Penghentian Serangan Bersyarat saat Pasar Menilai Dampaknya terhadap Harga Minyak

Iran Mengisyaratkan Penghentian Serangan Bersyarat saat Pasar Menilai Dampaknya terhadap Harga Minyak

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada 26 Juli bahwa Teheran akan menghentikan serangannya selama Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Langkah ini menandai deeskalasi timbal balik setelah Pentagon dilaporkan menghentikan kampanye pengeboman menyusul 13 malam serangan berturut-turut. Sejak Jumat, kedua pihak belum melancarkan serangan baru, menandai jeda berkepanjangan pertama setelah beberapa pekan meningkatnya ketegangan.

Mengapa jeda ini terjadi

  1. Penasihat militer AS dilaporkan memberi tahu Presiden Trump bahwa target serangan yang telah dipilih sebelumnya mulai terbatas, sementara Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan menyampaikan kekhawatiran mengenai persediaan amunisi, termasuk rudal pencegat yang digunakan dalam sistem pertahanan udara AS di kawasan.
  2. Duta Besar AS Mike Waltz mengatakan jeda tersebut dimaksudkan untuk membuka ruang bagi upaya diplomatik baru, namun tidak memberikan rincian mengenai waktu maupun persyaratannya.
  3. Pejabat Iran menegaskan bahwa posisi Teheran tetap bersifat bersyarat dengan pendekatan "serangan dibalas serangan", yang berarti setiap aksi militer baru dari AS dapat memicu respons yang sepadan dari Iran.

Faktor yang Dipantau Pasar

Seorang sumber Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran memandang jeda ini sebagai langkah taktis, bukan sebagai perubahan mendasar dalam posisi negosiasi Amerika Serikat. Para analis menilai pasar masih dapat mempertahankan sebagian premi risiko geopolitik selama ketidakpastian tetap berlangsung. Iran juga kembali menegaskan niatnya untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Dampak terhadap Pasar

Perkembangan ini dinilai turut berkontribusi terhadap penurunan harga minyak Brent dan WTI pada perdagangan Senin ketika pasar mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang terbentuk selama dua pekan sebelumnya. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz serta setiap indikasi dimulainya kembali aksi militer kemungkinan akan tetap menjadi fokus utama pelaku pasar. Pelaku pasar, termasuk yang mengikuti kontrak minyak mentah CL dan LCO, diperkirakan akan terus memantau perkembangan karena penghentian saat ini masih bersifat bersyarat dan belum mencerminkan penyelesaian konflik secara permanen.

Sumber: Laporan Reuters oleh Parisa Hafezi, Phil Stewart, dan Raphael Satter, serta pernyataan pejabat AS dan Iran yang disebutkan namanya. Artikel ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan maupun investasi.