Harga minyak WTI diperdagangkan di sekitar US$69,80 per barel pada pembukaan sesi Eropa, melanjutkan pelemahan baru-baru ini meskipun muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah sepakat menghentikan sementara aksi militer menjelang pembahasan diplomatik di Doha. Investor saat ini menimbang meredanya ketegangan geopolitik dengan ketidakpastian mengenai seberapa cepat pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia dapat pulih sepenuhnya.
Upaya diplomatik dalam beberapa hari terakhir telah membantu meredakan ketegangan setelah serangkaian aksi militer antara Amerika Serikat dan kelompok yang terkait dengan Iran, termasuk serangan yang memengaruhi wilayah Kuwait dan Bahrain. Menurut pejabat Amerika Serikat, aktivitas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz telah kembali berjalan tanpa gangguan besar, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dalam jangka pendek dan turut menekan harga minyak.
Menurut ING Research, pemulihan pasokan minyak secara fisik kemungkinan memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan yang saat ini diperkirakan pasar. Meskipun gencatan senjata telah memperbaiki sentimen, pemulihan jadwal kapal tanker, perlindungan asuransi, dan operasional pelabuhan masih membutuhkan waktu tambahan. Karena itu, perbaikan kondisi pasokan belum tentu langsung tercermin pada pengiriman minyak global.
Perhatian pasar kini beralih ke laporan persediaan minyak mentah mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis pada hari Selasa. Laporan tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi pasokan. Penurunan persediaan yang lebih besar dari perkiraan dapat menunjukkan bahwa pasokan masih relatif ketat, sementara kenaikan persediaan yang tidak terduga dapat mengindikasikan bahwa pasokan pulih lebih cepat daripada yang diperkirakan.
Dengan pasar minyak yang masih sangat sensitif terhadap perkembangan pasokan, data persediaan minggu ini diperkirakan akan mendapat perhatian lebih besar dari biasanya ketika investor menilai keseimbangan antara perkembangan geopolitik dan fundamental pasar.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Pembahasan diplomatik di Doha (Selasa)
Investor akan memantau apakah pembahasan antara Amerika Serikat dan Iran dapat mempertahankan penurunan ketegangan saat ini. Hambatan dalam negosiasi dapat memengaruhi sentimen pasar dan meningkatkan volatilitas harga minyak.
Laporan persediaan minyak mentah mingguan API (Selasa)
Laporan persediaan akan menjadi salah satu indikator awal mengenai kondisi pasokan setelah perkembangan geopolitik terbaru. Pasar akan membandingkan hasil aktual dengan ekspektasi untuk menilai arah permintaan dan pasokan minyak.
Aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz
Data pelayaran komersial akan tetap menjadi indikator penting untuk menilai apakah ekspor energi terus kembali normal. Investor akan memantau pergerakan kapal guna mencari tanda-tanda pemulihan lebih lanjut atau gangguan baru.
Harga WTI di sekitar US$70
Pelaku pasar akan terus mengamati pergerakan harga di sekitar level US$70 per barel karena area tersebut tetap menjadi acuan penting bagi sentimen pasar dalam jangka pendek.
