Rupee India menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di Asia selama bulan Juni, didukung oleh penurunan harga minyak dunia, membaiknya arus investasi portofolio asing, serta besarnya cadangan devisa negara tersebut. Menurut Commerzbank Research, faktor-faktor ini membantu pasangan USD/INR bertahan di sekitar 94,40, mendekati batas bawah kisaran perdagangan 94–96 dalam beberapa waktu terakhir.
Membaiknya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz turut berkontribusi terhadap penurunan harga minyak mentah, sehingga memberikan dukungan bagi perekonomian India. Sebagai salah satu importir energi terbesar di Asia, India memperoleh manfaat dari biaya impor yang lebih rendah, yang membantu mengurangi tekanan inflasi serta mempersempit defisit transaksi berjalan. Perkembangan ini juga meningkatkan sentimen investor terhadap aset keuangan India.
Menurut Commerzbank Research, arus investasi portofolio asing secara bertahap mulai kembali setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebelumnya mendorong keluarnya modal dari banyak pasar berkembang. Pemulihan arus investasi tersebut memberikan dukungan tambahan bagi Rupee di luar dampak positif dari penurunan harga energi.
Data yang dirilis oleh Reserve Bank of India (RBI) menunjukkan bahwa cadangan devisa India meningkat 0,1% menjadi USD 672,6 miliar pada pekan yang berakhir 19 Juni. Besarnya cadangan devisa memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi bank sentral untuk mengelola volatilitas nilai tukar apabila diperlukan, sehingga dapat terus mendukung kepercayaan investor.
Commerzbank Research menilai bahwa harga minyak yang lebih rendah, arus investasi portofolio yang berlanjut, serta cadangan devisa yang memadai masih dapat mendukung Rupee dalam jangka pendek. Pada saat yang sama, bank tersebut juga mengingatkan bahwa harga minyak mentah global tetap menjadi salah satu faktor eksternal utama yang memengaruhi pergerakan mata uang ini. Gangguan baru terhadap aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz dapat memengaruhi harga minyak sekaligus sentimen terhadap aset-aset pasar berkembang.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Harga minyak Brent
Investor akan terus memantau pergerakan harga minyak karena perubahan biaya energi dapat memengaruhi biaya impor India, prospek inflasi, dan kinerja Rupee.
Perkembangan di Selat Hormuz
Pelaku pasar akan mengamati apakah pembahasan diplomatik dapat menjaga stabilitas aktivitas pengiriman. Gangguan baru dapat memengaruhi pasar energi maupun mata uang negara berkembang.
Arus investasi portofolio asing
Data mingguan dari NSDL akan memberikan gambaran apakah investasi asing terus kembali ke pasar saham dan obligasi India.
Sinyal kebijakan Reserve Bank of India
Dengan cadangan devisa yang masih berada pada level tinggi, investor akan memantau apakah RBI menyesuaikan pendekatannya dalam mengelola pergerakan nilai tukar sesuai dengan perubahan kondisi pasar.
