Harga Perak Menguat Seiring Pelemahan Dolar AS Menjelang Laporan Ketenagakerjaan Penting Amerika Serikat

Harga Perak Menguat Seiring Pelemahan Dolar AS Menjelang Laporan Ketenagakerjaan Penting Amerika Serikat

Harga perak (XAG/USD) naik sekitar 0,9% ke kisaran US$59,65 pada perdagangan Kamis, memperpanjang pemulihan dari level terendah tujuh bulan di sekitar US$57 yang tercatat pada Rabu, ketika Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke sekitar 101,00 menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat bulan Juni pada pukul 12.30 GMT.

Perhatian pasar tetap tertuju pada komentar terbaru dari para pejabat Federal Reserve serta laporan ketenagakerjaan yang akan segera dirilis. Investor menilai pernyataan tersebut relatif kurang hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya, sehingga mendorong pelemahan moderat dolar AS setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan.

Konsensus pasar memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 110.000 lapangan kerja pada Juni, turun dari 172.000 pada Mei, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di 4,3%. Data ekonomi sebelumnya memberikan sinyal yang beragam. ADP melaporkan sektor swasta menambah 98.000 pekerjaan, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 113.000, sementara indeks ISM Manufacturing PMI juga berada di bawah ekspektasi pasar.

Menurut data CME FedWatch, pasar masih memperkirakan adanya kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve lebih lanjut pada tahun ini, meskipun ekspektasi tersebut telah sedikit mereda setelah rilis data ekonomi terbaru. Laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat mendukung dolar AS dan membatasi kenaikan harga perak, sedangkan data yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi terhadap pendekatan kebijakan yang lebih berhati-hati.

Bagi pelaku pasar di Asia Tenggara, pergerakan harga perak tetap dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar dolar AS serta ekspektasi suku bunga Amerika Serikat, yang dapat memengaruhi permintaan terhadap logam mulia.

Dari perspektif teknikal, harga perak masih berada di bawah sejumlah level resistensi penting meskipun mengalami pemulihan jangka pendek. Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di sekitar US$63,74 tetap menjadi area resistensi utama, sementara support berada di sekitar level terendah 24 Juni di US$55,63, diikuti level psikologis US$50,00. Relative Strength Index (RSI) 14 hari bertahan di sekitar level 36, yang menunjukkan momentum penurunan secara keseluruhan belum sepenuhnya mereda.

Sumber: TradingEconomics, CME Group FedWatch, US Bureau of Labor Statistics, ADP, ISM. Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.