Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar 101,20 pada sesi Asia hari Kamis, melemah tipis setelah mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan pada sesi sebelumnya, ketika investor menantikan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Juni yang dirilis lebih awal karena libur Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.
Berdasarkan survei Bloomberg terhadap para ekonom, konsensus memperkirakan penambahan sekitar 110.000 lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di 4,3%. Namun, indikator pasar tenaga kerja memberikan sinyal yang beragam. ADP melaporkan sektor swasta menambah 98.000 pekerjaan pada Juni, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 113.000, sementara data Job Openings bulan Mei meningkat ke level tertinggi dalam dua tahun, yang menunjukkan permintaan tenaga kerja masih relatif kuat meskipun laju perekrutan melambat.
Perbedaan sinyal tersebut dapat menjadikan laporan ketenagakerjaan kali ini sebagai faktor penting bagi ekspektasi suku bunga. Menurut data CME FedWatch, pada saat artikel ini ditulis, pasar memperkirakan probabilitas sekitar 34% untuk kenaikan suku bunga pada Juli, meningkat dari sekitar 6% sebulan sebelumnya.
Bagi pelaku pasar di Asia Tenggara, pergerakan Dolar AS tetap menjadi perhatian karena penguatan dolar dapat memengaruhi mata uang regional seperti baht Thailand, rupiah Indonesia, dan ringgit Malaysia, sekaligus meningkatkan biaya impor serta kewajiban utang yang berdenominasi dolar AS.
Jika data ketenagakerjaan lebih kuat dari perkiraan, misalnya di atas 130.000 pekerjaan, hal tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama, sehingga berpotensi mendukung dolar AS. Sebaliknya, jika angka tersebut jauh di bawah perkiraan, misalnya di bawah 70.000 pekerjaan, dolar dapat mengalami tekanan dalam jangka pendek, meskipun prospek kebijakan secara keseluruhan kemungkinan masih akan bergantung pada data ekonomi berikutnya serta komunikasi dari para pembuat kebijakan Federal Reserve.
Dari sisi teknikal, sejumlah indikator masih menunjukkan momentum positif dalam jangka pendek, dengan DXY bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari dan 100 hari. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14 hari berada di sekitar level 65, yang mengindikasikan momentum tetap kuat namun belum memasuki wilayah overbought. Level resistensi terdekat berada di sekitar 101,80, diikuti level psikologis 102,00, sementara support awal terlihat di sekitar 101,05. Penurunan berkelanjutan di bawah area 99,20–99,25 dapat mengubah prospek teknikal saat ini.
Sumber: US Bureau of Labor Statistics, ADP, Bloomberg, CME Group FedWatch, TradingEconomics. Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.
