Indeks Dolar AS (DXY) terus bergerak di sekitar 101,00 pada sesi Asia hari Selasa, tetap dekat puncak 13 bulan di 101,13 yang dicapai pada 19 Juni. Ketahanan dolar didukung oleh penyesuaian ekspektasi kebijakan The Fed ke arah hawkish, meskipun meredanya ketegangan geopolitik memberikan sedikit tekanan.
Repricing The Fed mendukung dolar
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di 3,50%–3,75% pada pertemuan Juni, namun nada Ketua Fed baru Kevin Warsh lebih hawkish dari perkiraan pasar. Menurut CME FedWatch Tool, pasar telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 bps pada September, dengan probabilitas kecil aksi lebih cepat pada Juli.
Bagi trader Asia Tenggara, kebijakan The Fed yang tetap ketat dalam waktu lama menjaga dolar tetap kuat dan menekan arus keluar modal dari mata uang regional seperti Rupiah Indonesia (IDR) dan Peso Filipina (PHP), yang sudah melemah dalam beberapa minggu terakhir.
Pembicaraan Iran memberi optimisme hati-hati
Namun, kenaikan dolar dibatasi oleh kemajuan negosiasi nuklir AS–Iran. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada CNBC bahwa pembicaraan telah mencapai “kemajuan besar”, meskipun masih ada ketegangan. Iran juga menyetujui kembalinya inspeksi IAEA, langkah de-eskalasi yang signifikan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengonfirmasi melalui mediator Swiss bahwa diskusi telah menghasilkan “kemajuan penting”.
Kesepakatan diplomatik yang berkelanjutan dapat menurunkan risiko pasokan minyak, melemahkan ekspektasi inflasi, dan pada akhirnya mengurangi urgensi pengetatan The Fed — sehingga membatasi penguatan dolar.
Level penting yang perlu diperhatikan
DXY berkonsolidasi di kisaran 100,80–101,13. Penembusan di atas 101,13 membuka jalan menuju resistance psikologis 102,00. Trader perlu memantau data inflasi PCE AS dan klaim pengangguran mingguan, yang dapat menentukan arah ekspektasi kenaikan suku bunga September.
Kesimpulan trader: Bias dolar masih condong naik dalam jangka pendek karena sikap hawkish The Fed, namun kemajuan kesepakatan Iran dapat membatasi kenaikan.
Sumber: CME FedWatch Tool, CNBC, FXStreet, Pernyataan rapat Federal Reserve Juni 2025
