Laporan indeks harga konsumen (CPI) AS bulan Juli mendatang kemungkinan akan berdampak lebih besar terhadap harapan suku bunga Federal Reserve dibandingkan data lapangan kerja yang lemah pekan lalu, menurut Bank of America. Jumlah karyawan non-pertanian bulan Juli turun sebesar 23.000, sementara kenaikan bulan sebelumnya direvisi turun sebesar 103.000, dan pertumbuhan upah melambat menjadi 3,2% per tahun.
Meskipun data tenaga kerja yang lebih lembut, BofA tetap mempertahankan ekspektasinya bahwa Fed akan mulai menaikkan suku bunga pada September, dengan alasan bahwa inflasi tetap menjadi perhatian utama kebijakan. Pasar oleh karena itu akan mencari bukti dari CPI mengenai apakah tekanan harga sedang mereda atau justru bertahan.
Prospek trader: CPI yang lebih lembut bisa memperkuat ekspektasi akan Fed yang kurang ketat dan mendukung emas serta saham, sementara angka yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meningkatkan yield obligasi pemerintah dan nilai dolar saat pasar meninjau ulang jalur suku bunga. CPI kemungkinan besar akan menjadi katalis volatilitas utama di seluruh kelas aset utama.
