Harga minyak naik sedikit dalam perdagangan Asia Selasa, pulih sedikit setelah kedua patokan turun hampir 5% pada sesi sebelumnya akibat sinyal yang saling bertentangan mengenai diplomasi AS-Iran.
→ Minyak mentah Brent (kontrak Oktober): $84,14/barrel, naik 0,4%
→ Minyak mentah WTI (kontrak September): $80,65/barrel, naik 0,4%
Penurunan harga pada hari Senin menyusul pengumuman Presiden Trump bahwa ia membatalkan serangan AS yang direncanakan terhadap Iran dan kini mengejar pembicaraan baru, yang beberapa peserta pasar mengartikan sebagai penurunan risiko geopolitik jangka pendek. Pada hari Senin, Trump menyebut pembicaraan tersebut sebagai "kesempatan terakhir" bagi Teheran dan mengatakan ia mengharapkan Selat Hormuz dibuka kembali "secara langsung besok."
Pemerintah Iran langsung membantah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan melalui media negara bahwa tidak ada pembicaraan dengan AS sedang berlangsung, dan Iran malah sedang berkoordinasi dengan Oman untuk rute alternatif lalu lintas kapal melalui selat tersebut, alih-alih membuka kembali jalur yang diperselisihkan AS.
Perkembangan dari sisi permintaan juga tetap menjadi perhatian: Ekspor minyak mentah AS turun menjadi 3,66 juta barel per hari pada bulan Juli, tingkat terendah dalam delapan bulan, karena pasokan dari Timur Tengah yang meningkat setelah gencatan senjata sementara pada bulan Juni mengurangi permintaan terhadap minyak mentah AS. Data ini menunjukkan bahwa kondisi pasokan tetap dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan arus ekspor regional.
Selat Hormuz, yang biasanya membawa sekitar sepertiga konsumsi minyak global, tetap menjadi area fokus utama bagi pasar energi.
Fokus pasar: Para pelaku pasar terus memantau pernyataan resmi dari Washington dan Teheran untuk klarifikasi lebih lanjut mengenai perkembangan diplomatik. Analis mengatakan bahwa konfirmasi adanya pembicaraan resmi atau perubahan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dapat memengaruhi sentimen pasar dalam sesi-sesi mendatang.
Sumber: Reuters/Investing.com, media negara Iran (Esmaeil Baqaei), data perdagangan AS
