Pasar memasuki pekan yang padat, dengan pemilu paruh waktu AS, keputusan bank sentral utama, dan laba korporasi besar semuanya ada di kalender.
Setelah Oktober yang berat bagi saham teknologi, investor juga mempertanyakan apakah belanja AI yang besar masih bisa menopang valuasi. Laporan pekerjaan AS pada Jumat bisa menambah lapisan volatilitas lain, terutama karena pasar terus memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada Desember.
Berikut lima perkembangan yang layak dicermati.
1. Pemilu Paruh Waktu AS – 3 November
Pemilu paruh waktu AS bisa mempengaruhi arah kebijakan fiskal, langkah perdagangan, dan regulasi teknologi.
Pergeseran kendali Kongres bisa mempersulit pemerintahan Trump mendorong agenda ekonominya. Saham teknologi mungkin sangat sensitif terhadap tanda-tanda pembatasan yang lebih ketat pada infrastruktur AI dan pusat data.
Fokus pasar: indeks AS, saham teknologi, dan dolar AS.

2. Keputusan Suku Bunga RBA dan BOE – 3 dan 5 November
Reserve Bank of Australia mengumumkan keputusan kebijakan pada Selasa, disusul Bank of England pada Kamis.
Pasar memperkirakan kedua bank sentral akan menaikkan suku bunga, dengan RBA diperkirakan bergerak dari 4,60% ke 4,85%, dan BOE berpotensi menaikkan dari 3,75% ke 4,00%.
Keputusannya penting, tapi panduannya sama pentingnya. Setiap indikasi bahwa pengetatan lebih lanjut mungkin diperlukan dapat mendukung dolar Australia dan pound Inggris.
Fokus pasar: AUD/USD, GBP/USD, dan imbal hasil obligasi.
3. Laba Apple dan AMD – 2 dan 3 November
Laba Big Tech kembali menjadi fokus setelah saham Intel anjlok hampir 29% Jumat lalu, menambah kekhawatiran atas biaya dan imbal hasil investasi AI.
Hasil Apple akan dicermati untuk pertumbuhan pendapatan dan permintaan iPhone, sementara prospek AMD bisa memberikan petunjuk baru tentang permintaan chip AI.
Hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat membantu memulihkan kepercayaan pada saham teknologi. Namun panduan yang mengecewakan bisa memperdalam aksi jual terbaru.
Fokus pasar: Nasdaq 100 dan saham teknologi AS.

4. Gaji Nonfarm AS – 6 November
Laporan pekerjaan Oktober pada Jumat bisa dibilang rilis ekonomi terbesar pekan ini.
AS hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September, sementara ekonom memperkirakan sekitar 65.000 pekerjaan baru pada Oktober. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,2%.
Pembacaan yang lebih kuat dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed lagi pada Desember, berpotensi mendukung dolar AS sambil menekan emas.
Laporan yang lebih lemah dapat meredakan kekhawatiran suku bunga, meskipun penurunan tajam di lapangan kerja juga bisa memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.
Fokus pasar: dolar AS, emas, imbal hasil Treasury, dan indeks AS.
5. Minyak dan Perkembangan Geopolitik
Harga minyak memulai November dengan tertekan, dengan Brent turun lebih dari 3% pada Senin saat upaya diplomatik yang melibatkan Iran dan Qatar memicu harapan meredanya ketegangan kawasan.
Namun reli kuat Oktober dan risiko keamanan yang berlanjut di sekitar pelayaran Teluk berarti prospek pasokan tetap tidak pasti.
Setiap kemajuan dalam negosiasi dapat menekan harga minyak lebih lanjut, sementara gangguan baru dapat dengan cepat mengembalikan premi geopolitik.
Fokus pasar: minyak mentah Brent dan WTI.
Apa yang Perlu Diingat Trader
Ini pekan di mana beberapa pasar bisa bergerak bersamaan, tetapi tidak harus ke arah yang sama.
Pantau dolar AS dan imbal hasil Treasury menjelang laporan pekerjaan Jumat, cermati AUD dan GBP di sekitar keputusan bank sentral mereka, dan ikuti Nasdaq dengan ketat saat perusahaan teknologi besar melaporkan laba.
Dengan berita politik dan risiko geopolitik menambah bauran, ayunan harga tajam mungkin terjadi. Perhatikan bagaimana harga bereaksi di sekitar level kunci daripada hanya mengandalkan berita.

