Serangan rudal Rusia terhadap sebuah kapal pengangkut jagung di dekat pelabuhan Odesa, Ukraina, menewaskan 10 orang pada hari Minggu, menurut pejabat Ukraina. Insiden tersebut merupakan salah satu serangan paling mematikan terhadap pelayaran di Laut Hitam dalam beberapa pekan terakhir.
Angkatan Laut Ukraina mengatakan tiga rudal jelajah menghantam Golden Leo, kapal berbendera Guinea-Bissau yang diawaki warga negara India dan Suriah, sehingga memicu kebakaran di atas kapal.
Menurut Otoritas Pelabuhan Ukraina, sembilan awak kapal dan satu pemandu pelayaran tewas, sementara delapan dari total 17 awak kapal berhasil diselamatkan melalui operasi pencarian semalam.
Data LSEG menunjukkan kapal tersebut dimiliki oleh Ocean Grace Shipping Ltd. yang berbasis di Mumbai. Hingga artikel ini diterbitkan, Rusia belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut.
Perkembangan militer
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar di pelabuhan Odesa pada malam hari.
Menurut Gubernur wilayah Odesa, serangan Rusia telah menewaskan 28 orang di wilayah tersebut sepanjang bulan ini.
Reuters juga melaporkan bahwa pasukan Ukraina telah menargetkan kapal tanker minyak dan infrastruktur energi Rusia, sementara Rusia membatasi aktivitas pelayaran di Laut Azov, jalur yang menangani sekitar seperempat ekspor biji-bijian negara tersebut.
Implikasi pasar
Ukraina dan Rusia merupakan dua eksportir biji-bijian utama dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina menyumbang sekitar 6% ekspor gandum global dan 11% ekspor jagung global.
Menurut para pedagang dan analis yang dikutip Reuters, Ukraina telah kehilangan sekitar sepertiga kapasitas ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam akibat serangan rudal dan drone yang berkelanjutan. Kondisi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan biji-bijian global dan perdagangan maritim di kawasan tersebut.
